TNI AD bangun 8 km pipa air di Brebes Selatan

KSAD Jend TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, memberikan sambutan saat meresmikan fasilitas pengairan dan pipanisasi pertanian di Desa Legok, Kec Bantarkawung, Kab Brebes.

indonesiasatu928. TNI AD, melalui program TNI AD Manunggal Air, membangun jaringan pipanisasi sepanjang delapan kilometer di kawasan pegunungan Brebes Selatan. Jaringan pipa itu akan mengalirkan air dari sumber mata air Cigumawang menuju embung penampungan untuk kemudian didistribusikan ke lahan-lahan pertanian di tiga desa, yaitu Desa Mayana (46 ha), Legok (30 ha), dan Bojongneros (60 ha). Selama ini, desa-desa tersebut diketahui sering mengalami kesulitan air, sehingga dalam mengolah lahan persawahan, warga mengandalkan turunnya hujan. Demikian Siaran Pers Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad).

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, ketika meresmikan fasilitas pengairan dan pipanisasi pertanian di Desa Legok, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Selasa (5/8/2025), mengatakan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Maruli mengatakan bahwa program Manunggal Air yang dilaksanakan oleh TNI AD, tidak hanya fokus pada air bersih untuk sanitasi, tetapi juga air untuk pertanian guna mendukung swasembada pangan. Langkah ini diyakini dapat berdampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan, pencegahan stunting, serta mendorong perubahan kultur bertani masyarakat.

“Kita bersyukur sebetulnya bukan hanya tentang peresmian air. Kita bersyukur air di sini bisa bermanfaat mengairi sekitar 125-136 ha sawah. Jadi kami sudah sepakati, mudah-mudahan khususnya pengairan sawah di Jawa Tengah, sawah tadah hujan ini akan kita percepat project-project nya, sehingga pada musim kemarau kita bisa bercocok tanam, air bisa mengalir, kita bisa bercocok tanam,” ujar menantu dari Luhut B. Panjaitan ini.

Pada kesempatan tersebut, KSAD juga menekankan pentingnya pengelolaan air untuk pertanian sebagai solusi strategis menghadapi perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya. Ia berharap sistem ini mampu mengubah pola tanam para petani, dari satu kali panen menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun.

Menurut data TNI AD, hingga saat ini program Manunggal Air telah berhasil membangun 4.561 titik sumber air di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat mencapai 502.714 Kepala Keluarga, atau lebih dari 1,5 juta jiwa, serta mendukung pengairan lahan pertanian seluas 53.820 ha.

Di wilayah Jawa Tengah sendiri, telah dibangun 389 titik air bersih untuk lebih dari 179 ribu jiwa penerima manfaat, termasuk 47 titik diantaranya untuk pengairan pertanian yang mengaliri 3.400 ha lahan.

Peresmian dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, perwakilan Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian, serta warga. Warga di tiga desa yang sudah teraliri air menyampaikan apresiasi atas kepedulian TNI AD terhadap sektor pertanian dan pembangunan desa.

Selain meresmikan fasilitas pengairan, KSAD juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu meringankan beban warga.

Penulis: Donny bsg

Editor: Pinancius Limbong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *