Jakarta, Indonesiasatu928.com – Internalisasi nilai-nilai kebangsaan melalui kerangka teologis dan pedagogis menjadi fokus penting dalam penguatan karakter bangsa. Hal ini mengemuka dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada Rabu (20/8/2025) pukul 09.00–13.00 WIB di Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT, Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, sebagai narasumber utama. Sosialisasi dipandu oleh Alvinny Runtunuwu, P. Pd.K., dosen STT IKAT, sebagai moderator, dengan Syella Kawet, mahasiswa Program Pascasarjana STT IKAT, bertindak sebagai pembawa acara.

Dalam sambutannya, Pdt. Lenta Enni Simbolon, Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menekankan bahwa internalisasi empat pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar ranah politik, melainkan bagian dari tanggung jawab iman gereja dalam merawat keberagaman dan keutuhan bangsa.

Sementara itu, Dr. Abdon A. Amtiran, M.Th., Direktur Pascasarjana STT IKAT, menegaskan bahwa pendidikan teologi tidak hanya membentuk kecerdasan spiritual, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kesadaran kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai luhur. “Empat pilar kebangsaan dapat dipahami bukan hanya sebagai konsensus politik, melainkan kerangka teologis dan pedagogis yang membentuk karakter dan etos hidup bersama,” ujarnya.

Menurut Prof. Yasonna, tantangan kebangsaan saat ini adalah menjaga konsistensi nilai-nilai demokrasi dan kebinekaan di tengah derasnya arus globalisasi. “Peran lembaga pendidikan, termasuk sekolah teologi, sangat strategis dalam memperkuat fondasi moral dan etika bangsa. Internalisasi empat pilar harus menyentuh dimensi praksis kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif antara negara, gereja, dan lembaga pendidikan teologi dalam menanamkan kesadaran kebangsaan yang kokoh, terutama bagi generasi muda.
Jurnalis : Suwidodo





Tinggalkan Balasan