Lurah Kalampangan Yunita Martina Fokus Perbaikan Infrastruktur, Penurunan Stunting, dan Mitigasi Karhutla

 

PALANGKARAYA – Lurah Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Yunita Martina.,SH.M.AP menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan wilayah secara menyeluruh, terutama pada sektor kesehatan, lingkungan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Kahayan Room, Rabu (19/11/2025).

Yunita Martina, kelahiran 16 April 1984, merupakan lulusan S1 Fakultas Hukum Pangkalan Bun dan S2 Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Di luar tugas kedinasan, ia juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya Fatayat NU Provinsi Kalteng Bidang Hukum, Sekretaris DPW PPLIPI Kalteng, KNPI Kalteng Bidang Pariwisata, dan Ketua IPEMI Kecamatan Sabangau.

Dalam berbagai kesempatan, Yunita menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas manusia sebagai fondasi utama pembangunan Kalampangan.

“Dalam momentum penting seperti HUT Kota Palangka Raya, harapan kami sangat besar tertuju pada perbaikan infrastruktur yang memadai serta peningkatan SDM yang berkelanjutan di Kalampangan,” ujar Yunita.

Ia menyebutkan, pembangunan jalan, drainase, serta akses lingkungan yang lebih baik akan menunjang produktivitas masyarakat. Di sisi lain, peningkatan SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan penguatan kapasitas warga menjadi langkah strategis untuk mendorong kemajuan jangka panjang.

“Dengan adanya dukungan ini, kami optimistis Kalampangan bisa semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Palangka Raya sebagai kota masa depan,” katanya.

Komitmen Yunita terhadap kesehatan anak diwujudkan melalui program unggulan “Grebek Stunting”, bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kelurahan. Program ini mencakup edukasi gizi, pendataan keluarga berisiko, serta pemberian makanan tambahan bagi balita yang memerlukan intervensi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan di Kalampangan.

Sebagai kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kelurahan Kalampangan terus memperkuat patroli dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Satgas Karhutla disebut aktif melakukan pengawasan di titik-titik rawan.

Di sisi lain, Kalampangan juga mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena berpotensi menjadi Role Model Program Kampung Iklim (Proklim). Inisiatif ini mencerminkan komitmen masyarakat lokal dalam menjaga lingkungan sehat dan berkelanjutan.

Salah satu terobosan yang menjadi pilot project provinsi adalah program pengolahan sampah lokal. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara sampah plastik didaur ulang menjadi tas dan produk kerajinan lain yang bernilai ekonomi.

Dalam wawancara bersama Indah, Yunita membagikan pesan sebagai perempuan yang berperan di dunia birokrasi sekaligus ibu rumah tangga.

“Menjadi perempuan yang eksis di birokrasi harus bisa menjaga keseimbangan. Berusaha menjadi manusia yang bermanfaat, bekerja dari hati, dengan hati-hati, dan tidak sesuka hati. Rezeki bukan hanya berupa materi, tetapi juga kesehatan,” ujarnya.

Dengan pendekatan kepemimpinan yang holistik—menggabungkan pembangunan fisik, peningkatan SDM, dan perlindungan lingkungan—Yunita Martina berupaya menjadikan Kalampangan sebagai wilayah yang semakin maju dan mandiri. #DennyZakhirsyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *