Jakarta Selatan – Kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh August Hamonangan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa, 17 Maret 2026, berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara ini tidak hanya dihadiri masyarakat setempat, tetapi juga dihadiri perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jakarta Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan pemberian pouch kepada para ojek pangkalan (opang) dan ojol di sekitar Stasiun Pasar Minggu untuk membantu mereka membeli takjil saat berbuka puasa. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap para pekerja informal yang setiap hari melayani masyarakat.
Selanjutnya pada pukul 17.00 WIB, dilakukan pembagian takjil kepada para pengendara yang melintas di kawasan jl. Buncit raya Pejaten Barat Pasar Minggu, tepatnya di sekitar Kantor Wilayah Kementerian Agama Jakarta Selatan. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Menjelang waktu berbuka, pada pukul 18.00 WIB, acara dilanjutkan dengan persiapan buka puasa bersama warga, sekaligus ramah tamah dengan tokoh agama (TOGA) dan tokoh masyarakat (TOMAS) setempat. Suasana penuh kekeluargaan terlihat ketika masyarakat berkumpul untuk mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jakarta Selatan, antara lain:
Cicilia, Pengawas Agama Katolik
Donny Sitorus, Penyuluh Agama Kristen
Warna Chandra Tampubolon, Penyuluh Agama Kristen
Rudi Leonardo Hutapea, Penyuluh Agama Kristen
Kehadiran para penyuluh dan pengawas agama ini menjadi simbol nyata bahwa kegiatan Ramadan tidak hanya menjadi milik umat Muslim, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, August Hamonangan menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan sarana untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ramadan adalah momentum untuk berbagi dan mempererat kebersamaan. Kehadiran para tokoh lintas agama menunjukkan bahwa nilai toleransi dan persaudaraan di Jakarta harus terus dijaga,” ujarnya.
Masyarakat Pasar Minggu pun menyambut positif kegiatan tersebut. Selain membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, kegiatan sosial ini juga menjadi contoh nyata bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan tetap hidup di tengah masyarakat Jakarta yang beragam.
Safari Ramadan yang digelar di Pasar Minggu ini menjadi bukti bahwa kegiatan sosial keagamaan dapat menjadi jembatan mempererat hubungan antarumat beragama. Melalui kegiatan berbagi dan silaturahmi, diharapkan semangat kebersamaan dan kerukunan terus terjaga demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati.
Diharapkan semangat berbagi, silaturahmi, dan kepedulian terhadap sesama ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan kebersamaan demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih harmonis, damai, dan penuh keberkahan.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan