JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama masa libur Idul Fitri, Minggu (22/3/2026) pukul 17.24 WIB.
Listyo Sigit Prabowo mengatakan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat meninjau kesiapan arus mudik di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.
Menurut Sigit, titik tersebut merupakan salah satu jalur utama masuk ke wilayah Jawa Tengah yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan selama masa mudik.
“Dari sisi persiapan sudah bagus, mulai dari rekayasa ganjil-genap, one way lokal, hingga one way nasional,” kata Sigit kepada awak media.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, yang menjelaskan kepada awak media mengenai strategi pengamanan dan pengaturan arus kendaraan selama periode mudik.
Peninjauan lapangan ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara nasional untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan mudik tahun ini tidak lepas dari sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat yang mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami memastikan seluruh personel di lapangan bekerja maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengamanan mudik merupakan bentuk pelayanan negara agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolri.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebutkan bahwa kunci keberhasilan pengamanan mudik 2026 terletak pada koordinasi lintas sektor serta penerapan rekayasa lalu lintas secara terukur.
Beberapa langkah yang diterapkan antara lain sistem one way, contraflow, pengaturan jalur alternatif, serta pemantauan lalu lintas melalui pusat kendali Korlantas. Strategi tersebut terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama, khususnya jalur tol dan jalur arteri.
Selain itu, ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait juga dikerahkan untuk mengamankan berbagai titik strategis, seperti rest area, terminal, stasiun, dan pusat keramaian masyarakat selama libur Lebaran.
Polri pun mengimbau masyarakat yang masih melakukan perjalanan arus balik agar tetap berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Dengan pengawasan langsung pimpinan Polri dan dukungan seluruh pihak, diharapkan tradisi mudik sebagai momentum silaturahmi masyarakat Indonesia dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan