Dialog Fenomena Sosial RPK FM 96.3 Bahas Dinamika Izin Gereja

JAKARTA – Program dialog “Fenomena Sosial” yang disiarkan melalui RPK FM 96.3 kembali mengangkat isu aktual di tengah masyarakat. Pada siaran Senin (23/3/2026) pukul 09.00–10.00 WIB, topik yang dibahas adalah “Dari Aturan ke Implementasi: Dinamika Izin Gereja.”

Dialog yang dipandu oleh Suwidodo sebagai host ini menghadirkan dua narasumber, yakni Rudi Leonardo Hutapea, M.Th, Penyuluh Agama Kristen Jakarta Selatan, serta Johan Sopaheluwakan, Ketua PEWARNA Indonesia DKI Jakarta.

Dalam perbincangan tersebut, para narasumber membahas berbagai persoalan yang sering muncul terkait pendirian rumah ibadah, khususnya gereja. Meskipun negara telah memiliki regulasi yang mengatur, seperti mekanisme perizinan rumah ibadah, dalam praktiknya masih terdapat berbagai dinamika sosial, administratif, hingga persoalan penerimaan masyarakat di lapangan.

Rudi Leonardo Hutapea menekankan bahwa keberadaan aturan sebenarnya bertujuan menciptakan ketertiban serta menjaga kerukunan antarumat beragama. Namun, menurutnya, implementasi di lapangan membutuhkan komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama.

“Yang penting adalah dialog dan pendekatan yang bijaksana agar aturan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi dapat dilaksanakan secara adil dan damai,” ujarnya.

Sementara itu, Johan Sopaheluwakan menyoroti pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai proses perizinan rumah ibadah. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk membantu membangun pemahaman publik serta mendorong terciptanya suasana toleransi.

“Kerukunan tidak hanya dibangun oleh pemerintah atau tokoh agama saja, tetapi juga oleh masyarakat dan media yang menyampaikan informasi secara objektif,” katanya.

Program Fenomena Sosial merupakan salah satu program dialog interaktif di RPK FM 96.3 yang rutin disiarkan setiap hari Senin pagi. Melalui program ini, berbagai isu sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan dibahas secara terbuka untuk memberikan edukasi sekaligus memperluas wawasan masyarakat.

Dengan mengangkat topik-topik yang aktual dan relevan, program ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog yang membangun serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan saling menghormati dalam keberagaman.

(Suwidodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s