JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mempersiapkan berbagai strategi untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni 24 Maret 2026 dan 29 Maret 2026. Tingginya mobilitas masyarakat usai libur Idul Fitri membuat kepadatan kendaraan diperkirakan meningkat signifikan di sejumlah ruas tol dan jalur arteri menuju Jakarta.

Berdasarkan proyeksi, sekitar 270 ribu kendaraan diperkirakan meninggalkan Jakarta pada puncak arus balik. Jumlah ini meningkat lebih dari 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total kendaraan tersebut, sekitar 66 persen diperkirakan melintasi jalur Trans Jawa, sementara sekitar 30–40 persen menuju wilayah Jawa Barat.
Korlantas Polri juga memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan akan bergerak menuju Jakarta melalui jalur Trans Jawa dan Sumatera selama periode arus balik Lebaran tahun ini.
Kepadatan kendaraan mulai terasa sejak 23 Maret 2026, terutama di wilayah Semarang, Bogor, Bekasi, Jabodetabek hingga Yogyakarta. Selain jalur tol dan arteri, kepadatan juga terjadi di jalur menuju kawasan wisata serta pusat perbelanjaan yang masih ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.
“Belajar dari arus mudik yang cukup signifikan, tentunya arus balik harus kita atur dengan baik agar pergerakan kendaraan tetap lancar dan aman,” ujar petugas Korlantas Polri.
One Way Nasional Dimulai 24 Maret
Sebagai langkah antisipasi, Korlantas Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) nasional di ruas tol Trans Jawa.
Rencananya, flag off one way nasional akan dilakukan pada Senin, 24 Maret 2026 pukul 14.00 WIB dan akan dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri, serta dihadiri sejumlah menteri terkait.
Penerapan sistem satu arah ini bertujuan mempercepat pergerakan kendaraan dari arah timur menuju Jakarta dan mengurangi potensi kemacetan di sejumlah titik rawan.
Selain one way nasional, Korlantas Polri juga menyiapkan beberapa skenario rekayasa lalu lintas lainnya, antara lain one way lokal dari KM 188 hingga KM 70 menuju Cikampek, serta contraflow dari KM 70 hingga KM 55 apabila terjadi lonjakan volume kendaraan.
Imbauan Kepada Pemudik
Korlantas Polri mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan secara bersamaan pada tanggal 24 Maret yang diperkirakan menjadi puncak arus balik.
Pemudik disarankan untuk mengatur waktu perjalanan, misalnya pada 25 hingga 27 Maret, guna menghindari kepadatan lalu lintas di jalur utama menuju Jakarta.
Dengan pengaturan lalu lintas yang terencana dan kolaborasi lintas instansi, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan