,

Higiene dan Sanitasi Dipertanyakan, Publik Tuntut Pengawasan Ketat Demi Keselamatan Konsumen

JAKARTA – Isu mengenai higiene dan sanitasi dalam pengelolaan makanan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi dapur yang dinilai jauh dari standar kebersihan. Tayangan tersebut memicu reaksi keras masyarakat karena menyangkut keselamatan dan kesehatan konsumen.

Banyak warganet mengaku terkejut sekaligus khawatir melihat proses pengolahan makanan yang tidak menggunakan sarung tangan, masker, atau penutup kepala. Beberapa video bahkan memperlihatkan peralatan dapur yang kotor serta lingkungan kerja yang kurang higienis.

“Ini bukan sekadar soal rasa makanan, tetapi soal kesehatan masyarakat. Jika higiene dan sanitasi tidak dijalankan dengan benar, risiko penyakit bisa muncul,” Higiene adalah upaya menjaga kebersihan diri dan perilaku individu agar tidak menularkan penyakit. Sanitasi adalah upaya menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas agar tidak menjadi sumber penyakit. Sanitasi lebih fokus pada lingkungan dan sistem kebersihan tempat. Keamanan pangan adalah kondisi makanan yang aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Persoalan ini menyoroti pentingnya penerapan standar kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, termasuk regulasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga yang mewajibkan setiap pengelola makanan menjaga kebersihan pekerja, peralatan, dan lingkungan dapur.

Di sisi lain, pengawasan terhadap keamanan pangan juga menjadi tanggung jawab Pengawas Hygiene Sanitasi dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang memastikan makanan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi dan bebas dari kontaminasi berbahaya.

Pengamat kesehatan masyarakat menilai, kasus-kasus yang viral di media sosial seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi pengusaha kuliner maupun pihak pengawas. Menurut mereka, penerapan higiene dan sanitasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk tanggung jawab moral terhadap keselamatan konsumen.

“Sekali saja makanan terkontaminasi bakteri atau kotoran, dampaknya bisa serius bagi kesehatan. Karena itu standar kebersihan tidak boleh ditawar,” ujar seorang pakar kesehatan lingkungan.

Masyarakat pun berharap pemerintah memperketat pengawasan dan memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran standar kebersihan di sektor makanan. Sebab, bagi konsumen, makanan bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga menyangkut hak untuk mendapatkan pangan yang aman dan sehat.

Peristiwa yang viral ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap hidangan yang disajikan, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Kepercayaan masyarakat terhadap industri makanan hanya dapat terjaga jika higiene dan sanitasi benar-benar terselenggara dengan baik.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s