, , , ,

Siaran RPK 96.3 FM Angkat Perjuangan Sekolah Kejuruan bagi Anak Keluarga Prasejahtera

JAKARTA – Program dialog “Phenomena Social – Obsesi” di RPK 96.3 FM pada Senin (30/3/2026) menyoroti perjuangan nyata membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap memiliki masa depan melalui pendidikan dan pembinaan karakter.

Dalam siaran yang dipandu Host Thony Ermando, hadir dua narasumber yakni Cicilia Ratih A.S., S.Pd., M.M., Pengawas Agama Katolik tingkat dasar Jakarta Selatan, serta Suwidodo, Sekretaris PEWARNA DKI Jakarta.

Dialog yang berlangsung hangat tersebut mengangkat tema “Dari Kasih Menjadi Aksi: Program Wirausaha untuk Anak Keluarga Prasejahtera.” Tema ini menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak cukup berhenti pada rasa simpati, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata untuk membantu generasi muda yang kurang beruntung.

Dalam perbincangan tersebut, Cicilia Ratih menegaskan bahwa pendidikan harus membentuk manusia secara utuh, bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun iman, karakter, dan kemandirian.

“Anak-anak dari keluarga prasejahtera bukan kekurangan mimpi, tetapi sering kekurangan kesempatan. Karena itu pendidikan harus hadir membangun karakter, kejujuran, dan keterampilan hidup agar mereka bisa mandiri,” ujarnya.

Salah satu contoh nyata yang disampaikan dalam dialog tersebut adalah keberadaan SMK Giovani Perhotelan di Jl. Limo Raya No. 26G, Limo, Cinere, Depok. Sekolah ini membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan sekaligus mendapatkan keterampilan pariwisata di bidang perhotelan.

Sekolah tersebut menanamkan nilai kejujuran, disiplin, iman, dan kerja keras, serta membekali para siswa dengan keterampilan praktis agar kelak mampu bekerja dan mandiri.

Sementara itu, Suwidodo menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyuarakan gerakan sosial seperti ini agar diketahui masyarakat luas.

“Media adalah corong informasi dan juga kontrol sosial. Banyak orang bekerja dengan tulus membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera, tetapi sering tidak terlihat. Tugas media adalah mengangkat hal-hal baik seperti ini agar masyarakat tahu dan tergerak untuk ikut membantu,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat luas, perjuangan membantu pendidikan anak-anak prasejahtera akan berjalan sangat berat.

Karena itu melalui siaran di RPK 96.3 FM, masyarakat diajak untuk ikut berpartisipasi mendukung keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan dapat menyalurkannya melalui:

Bank BRI No. Rek. 1510 0101 2906 507

Alamat sekolah: SMK Pariwisata Perhotelan Giovani, Jl. Limo Raya No. 26G, Limo, Cinere, Depok

Dialog di RPK 96.3 FM ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai persoalan sosial, masih ada orang-orang yang bekerja dengan tulus membuka jalan bagi masa depan anak-anak yang hampir kehilangan harapan.

Karena bagi mereka, satu kesempatan pendidikan hari ini bisa menjadi pintu menuju masa depan yang lebih baik.

Siaran dialog di RPK 96.3 FM ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masa depan anak-anak bangsa tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa perhatian dan kepedulian bersama. Di balik keterbatasan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga prasejahtera, masih ada harapan yang dapat tumbuh melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan dukungan dari masyarakat.

Foto: Narasumber Cicilia Ratih A.S., S.Pd., M.M., Pengawas Agama Katolik tingkat dasar Jakarta Selatan, bersama Suwidodo, Sekretaris PEWARNA DKI Jakarta, saat menjadi pembicara dalam program “Phenomena Social – Obsesi” di RPK 96.3 FM, Senin (30/3/2026), host Thony Ermando,

Apa yang dilakukan melalui SMK Giovani Perhotelan di Limo, Cinere, Depok menunjukkan bahwa kasih yang nyata adalah kasih yang diwujudkan melalui tindakan. Ketika pendidikan, iman, karakter, dan keterampilan hidup dibangun bersama, maka anak-anak tidak hanya belajar untuk bertahan, tetapi juga belajar untuk bangkit dan mandiri.

Kini harapan itu tidak hanya berada di tangan sekolah atau para pengajar saja, tetapi juga berada di tangan kita semua. Dukungan sekecil apa pun dapat menjadi cahaya bagi masa depan mereka.

Karena pada akhirnya, membantu satu anak untuk tetap bersekolah berarti ikut menjaga masa depan bangsa.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s