JAKARTA, — Luapan air dari saluran drainase di Jalan Raya Ciledug dekat Pasar Cipulir memicu kemacetan panjang. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular dari kawasan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) hingga Pasar Cipulir.pada Rabu (1/4/2026) malam pukul 23.50 WIB.
Air yang menyembur dari saluran di tengah jalan diduga berasal dari luapan Kali Pesanggrahan yang menyebabkan tekanan air dalam sistem drainase meningkat hingga akhirnya meluap ke badan jalan.

Kemacetan yang berlangsung selama berjam-jam tersebut memicu keluhan warga, khususnya para pengendara mobil yang merasa dirugikan karena bahan bakar kendaraan terbuang sia-sia saat terjebak dalam antrean panjang.
“Kalau begini terus, bagaimana kami bisa menghemat BBM? Kendaraan berhenti lama dalam kemacetan, mesin tetap hidup, bensin tentu habis,” keluh salah satu pengendara roda empat yang melintas di lokasi.
Sejumlah warga juga menilai kejadian ini kemungkinan berkaitan dengan kesalahan teknis proyek atau konstruksi saluran drainase di kawasan tersebut. Mereka menduga adanya kegagalan dalam perencanaan atau pengerjaan proyek sehingga saluran air di tengah jalan tidak mampu menahan tekanan air dan akhirnya jebol.
Ironisnya, kejadian ini terjadi di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sedang gencar melakukan pembenahan sistem drainase kota melalui berbagai proyek bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk mendukung penataan Jakarta sebagai kota global.
Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap proyek drainase di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak terus merugikan masyarakat.
Hingga pukul 23.50 WIB, air masih terlihat meluap di sekitar lokasi dan arus lalu lintas di ruas Jalan Raya Ciledug masih tersendat.
Peristiwa luapan air di Jalan Raya Ciledug dekat Pasar Cipulir ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan infrastruktur kota, khususnya sistem drainase, harus dilakukan dengan perencanaan dan pengawasan yang matang.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait di DKI Jakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek saluran air yang terhubung dengan Kali Pesanggrahan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak terus merugikan masyarakat, baik dari sisi keselamatan, kemacetan lalu lintas, maupun pemborosan bahan bakar kendaraan di jalan raya.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan