Cepu, Blora — 1 Agustus 2025,Dalam suasana sakral yang dipenuhi nilai-nilai budaya Jawa, keluarga besar Bapak Subagio dan Ibu Sri Mining dengan penuh sukacita menyelenggarakan pernikahan putri mereka tercinta, Rena Cahya Violita, dengan Rochamad Rifai. Upacara digelar pada Jumat Pon di kediaman keluarga yang beralamat di Jalan Ngareng, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Sejak pagi, nuansa budaya Jawa telah tampak menghiasi rumah calon pengantin wanita. Di depan rumah, terpasang anyaman janur sebagai simbol penyambutan dan doa baik bagi kedua mempelai. Tepat di pintu masuk, terpasang bleketepe—anyaman bambu yang dibuat secara khusus—yang secara simbolis melambangkan proses penyucian diri dan kesiapan spiritual keluarga dalam menerima momentum sakral ini.

Tak hanya itu, di sekitar lokasi pernikahan tampak pula tuwuhan—rangkaian dedaunan dan buah-buahan lokal, seperti pohon pisang, tebu, dan kelapa muda. Semua ini melambangkan harapan akan kesuburan, kemakmuran, dan kelangsungan hidup rumah tangga yang harmonis dan diberkati.

Prosesi adat dilaksanakan secara lengkap, mulai dari siraman, midodareni, hingga panggih manten. Dalam upacara panggih, kedua mempelai bertemu secara resmi di hadapan keluarga besar. Dilanjutkan dengan ritual balangan suruh, wijikan, dan kacar-kucur—setiap tahap mengandung filosofi kehidupan tentang cinta, kerjasama, dan saling menghargai.

Pengantin wanita tampil anggun dalam balutan kebaya putih gading dan paes ageng, sementara pengantin pria tampak gagah dengan beskap dan blangkon batik khas Yogyakarta.
Dalam suasana haru, momen sungkeman pun berlangsung khidmat. Rena dan Rifai bersimpuh di hadapan orang tua, memohon restu dan mengucap syukur atas segala bimbingan dan kasih selama ini.
Dalam sambutannya, Bapak Subagio menyampaikan, “Pernikahan ini bukan hanya janji dua hati, tetapi juga upaya kami menjaga warisan budaya luhur. Kami berharap cinta mereka tumbuh dalam nilai-nilai kearifan lokal Jawa yang sarat makna.”
Acara ini dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai kota, termasuk keluarga besar, kerabat, serta warga sekitar yang ikut bergotong royong dalam semangat kekeluargaan.
Pernikahan Rena dan Rochamad bukan hanya perayaan kasih, tetapi juga sebuah pengingat bahwa budaya adalah jati diri yang harus terus dijaga dan diwariskan.
Selamat menempuh hidup baru, Rena dan Rifai. Semoga rumah tangga kalian menjadi taman kasih yang subur dalam kebijaksanaan, seperti makna tuwuhan yang menyertai pernikahan ini.
Red





Tinggalkan Balasan