Hari Sekolah Kristen Indonesia Diperingati, MPK Ajak Sekolah Perkuat Pendidikan Berkarakter

JAKARTA, Indonesiasatu928.com— Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia kembali memperingati Hari Sekolah Kristen Indonesia (HSKI) yang jatuh setiap 17 Januari, sebagai momentum memperkuat komitmen pendidikan Kristen yang berkarakter, beriman, dan berkontribusi bagi bangsa.

Peringatan HSKI 2026 menandai dua tahun sejak pencanangan resminya pada 17 Januari 2024 di pelataran Kompleks Museum Benyamin Sueb, Jakarta, yang merupakan bekas kediaman Cornelis Senen, tokoh yang dikenal sebagai pendiri sekolah Kristen pertama di Nusantara pada 1635.

Ketua Umum MPK Indonesia Handi Irawan D. mengatakan, HSKI merupakan wujud syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang pendidikan Kristen di Indonesia sekaligus bentuk komitmen untuk terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“HSKI bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi panggilan bersama bagi seluruh ekosistem pendidikan Kristen untuk memperkuat kualitas, integritas, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujar Handi dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).

Gagasan Hari Sekolah Kristen Indonesia pertama kali dicetuskan dalam Rapat Kerja Nasional II MPK Indonesia di Surabaya pada November 2023. Sejak itu, HSKI dimaksudkan sebagai ruang refleksi bagi sekolah Kristen—melibatkan yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik—untuk kembali pada visi pendidikan yang membentuk karakter dan nilai spiritual, bukan hanya capaian akademik.

Sebagai bagian dari peringatan HSKI 2026, MPK Indonesia menggelar Doa Serentak Nasional yang akan dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang berlangsung secara hybrid di 14 kota besar dan diikuti secara serentak oleh ribuan sekolah Kristen di seluruh Indonesia.

MPK memperkirakan sekitar 500.000 siswa akan terlibat dalam doa bersama tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana HSKI 2026 Juliono Wijaya Pangestu, yang juga Wakil Sekretaris Umum MPK Indonesia, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat solidaritas antar-sekolah Kristen serta meneguhkan identitas pendidikan Kristen sebagai bagian dari pelayanan iman.

“Pendidikan Kristen dipanggil bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi membentuk manusia seutuhnya—yang berintegritas, takut akan Tuhan, dan siap melayani bangsa,” kata Juliono.

HSKI diperingati setiap 17 Januari sebagai hari refleksi bersama untuk mendoakan masa depan murid-murid sekolah Kristen, memperkuat panggilan para pendidik, serta memohon penyertaan Tuhan bagi bangsa Indonesia dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s