JAKARTA — Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) menggelar kegiatan Paskah bersama di Gedung Manggala Wanabakti, pada Sabtu (18/4/2026).

Pdt. Take Sister Harianja, S.Th., selaku Praeses GKPA Distrik IV Jawa Sumbagsel sekaligus Penasehat organisasi, menyampaikan bahwa kegiatan Paskah ini tidak hanya sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai yang telah dideklarasikan.
Dalam perannya, ia membina 16 gereja yang tergabung dalam Distrik IV dan berkantor di Jalan Penjernihan, Jakarta.

Dalam keterangannya kepada media, Pdt. Take Sister Harianja menegaskan pentingnya menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Melalui kebersamaan ini, kita ingin membawa dampak nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga lingkungan dan memberantas penyakit masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran gereja dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang saat ini marak terjadi, seperti penyalahgunaan narkoba dan praktik pinjaman online ilegal (pinjol) yang meresahkan masyarakat.

Kegiatan Paskah bersama ini diikuti oleh jemaat Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) yang berdomisili di wilayah Jabodetabek. Rangkaian acara meliputi ibadah, doa bersama, serta penyampaian pesan-pesan rohani yang menekankan pentingnya hidup dalam kasih, persatuan, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat semakin mempererat persaudaraan serta berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari berbagai bentuk penyakit masyarakat.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari langkah nyata yang berkelanjutan dalam mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Ke depan, seluruh elemen organisasi dan jemaat diharapkan dapat terus bersinergi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik serta bersih dari pengaruh negatif, seperti narkoba dan praktik pinjaman online ilegal. Dengan semangat kebersamaan dan nilai kasih yang terus dihidupi, diharapkan akan lahir generasi yang kuat, peduli, dan menjadi terang bagi lingkungan sekitarnya.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan