, ,

14 SAMSAT Polda Metro Jaya Sambangi TK,

14 SAMSAT Polda Metro Jaya Sambangi TK, Tanamkan Rasa Aman dan Hadirkan Sosok Polisi Sahabat Anak

JAKARTA, Indonesiasatu928.com— Membangun kepercayaan masyarakat tidak harus menunggu hingga dewasa. Dari ruang kelas taman kanak-kanak (TK), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menanamkan pesan bahwa polisi bukan sosok yang harus ditakuti, melainkan sahabat yang siap melindungi dan membantu masyarakat.

Semangat itulah yang diwujudkan melalui program **Polisi Sahabat Anak*, yang dilaksanakan secara serentak oleh 14 Samsat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (14/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian mengunjungi sejumlah taman kanak-kanak di sekitar wilayah kerja masing-masing untuk membangun kedekatan dengan anak-anak melalui pendekatan yang ramah, humanis, dan menyenangkan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa. Anak-anak diajak mengenal polisi melalui interaksi langsung, sehingga tumbuh pemahaman bahwa kehadiran aparat kepolisian berkaitan dengan perlindungan, pertolongan, dan keselamatan.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat sejak usia dini. Menurutnya, interaksi positif antara polisi dan anak-anak menjadi salah satu langkah untuk menciptakan rasa aman dan nyaman.

“Anak-anak perlu mengenal polisi sebagai sahabat yang ramah dan siap membantu. Dengan membangun interaksi positif sejak dini, kami berharap tumbuh rasa percaya sehingga mereka merasa aman, nyaman, dan tidak takut ketika bertemu dengan anggota Polri,” ujar Dadang.

Bermain Sambil Mengenal Polisi

Suasana ceria mewarnai kegiatan tersebut. Personel Samsat berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui berbagai aktivitas edukatif, mulai dari permainan tradisional, bernyanyi bersama, hingga bermain bersama anggota kepolisian.

Pendekatan ini membuat anak-anak dapat mengenal sosok polisi dalam suasana yang lebih santai dan bersahabat. Kehadiran personel kepolisian di lingkungan pendidikan juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi positif dengan tenaga pendidik.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah mengatakan, pendekatan humanis kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa polisi hadir untuk melindungi, membantu, dan menjaga keselamatan masyarakat. Kami berharap pengalaman positif ini dapat menumbuhkan kepercayaan anak-anak terhadap Polri,” kata Firman.

Kepercayaan Publik Dimulai dari Kedekatan

Program Polisi Sahabat Anak tidak sekadar menjadi kegiatan bermain bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini membawa pesan penting bahwa kepercayaan terhadap institusi kepolisian perlu dibangun melalui komunikasi, keteladanan, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan prinsip *Polisi Bersama Masyarakat*, yakni mendorong hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian, lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kunjungan yang dilakukan 14 Samsat tersebut, Polda Metro Jaya berharap anak-anak semakin mengenal polisi sebagai figur yang ramah, peduli, dan siap memberikan pertolongan.

Sebab, ketika anak-anak berani menyapa polisi tanpa rasa takut, di situlah benih kepercayaan mulai tumbuh.* Kedekatan yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi fondasi bagi hubungan yang lebih kuat antara Polri dan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian kepada generasi penerus bangsa.

Suwidodo/Indonesiasatu928.com — Informasi, edukasi, dan kontrol sosial untuk kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 6681
  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994