, , , ,

BAMAGNAS Nasional Gelar Seminar Bela Negara di Jakarta,

BAMAGNAS Nasional Gelar Seminar Bela Negara di Jakarta, Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Bangsa di Era Globalisasi

JAKARTA, 7 November 2026 — Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) melalui DPW BAMAGNAS DKI Jakarta menggelar Seminar Bela Negara bertema “Bela Negara di Era Globalisasi, Memperkuat Nasionalisme, Persatuan, dan Ketahanan Bangsa.”

Kegiatan yang berlangsung, mulai pukul 10.00 WIB tersebut diselenggarakan di Glow Community, GBI Boulevard, AEON Mall Jakarta Garden City, Lantai 2 No. 258–259, Jalan Jakarta Garden City Boulevard No. 1, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (7/11/2026).

Seminar ini menjadi bagian dari upaya organisasi keagamaan untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Enam narasumber dari unsur pemerintahan, pertahanan negara, dan tokoh gereja dihadirkan untuk memberikan perspektif mengenai bela negara dari berbagai sudut pandang.

Para narasumber tersebut yakni:

1. Willy Radityo, S.STP, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan.

2. Brigjen Raden Yoga Raharja, S.E., M.M., M.L.Pol, Direktur Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

3. Pdt. Harapan Nainggolan, M.Min., M.Th., Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta.

4. Pdt. Dr. Japarl in Marbun, M.Pd., Ketua Umum BAMAGNAS.

5. Pdt. Dr. Jhon Piter Tobing, M.Mis., Ketua BAMAGNAS DKI Jakarta.

6. Steve Tarada Darmawan, S.H., Ketua Panitia Seminar.

Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih luas bahwa bela negara bukan hanya persoalan pertahanan militer, tetapi juga menyangkut tanggung jawab seluruh warga negara dalam menjaga ideologi Pancasila, persatuan, toleransi, serta ketahanan nasional.

Bela Negara Bukan Sekadar Mengangkat Senjata

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, bela negara memiliki makna yang lebih luas. Setiap warga negara mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Indonesia melalui profesi, kemampuan, dan peran masing-masing.

Di era globalisasi, tantangan bangsa tidak hanya datang dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga melalui perkembangan teknologi informasi, penyebaran berita bohong atau hoaks, intoleransi, radikalisme, polarisasi sosial, serta berbagai pengaruh yang dapat melemahkan persatuan bangsa.

Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting, termasuk bagi organisasi keagamaan dan masyarakat gereja. Kehidupan beragama seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat.

Bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana tetapi bermakna, seperti menaati hukum, menjaga kerukunan antarumat beragama, menghormati keberagaman, melawan hoaks, mencintai produk dalam negeri, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Peran Organisasi Keagamaan dalam Menjaga NKRI

Melalui seminar ini, BAMAGNAS Nasional dan DPW BAMAGNAS DKI Jakarta diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah, institusi pertahanan, tokoh agama, dan masyarakat.

Organisasi keagamaan memiliki posisi strategis dalam membangun karakter kebangsaan. Gereja tidak hanya menjadi tempat pembinaan iman, tetapi juga dapat berperan dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi nilai Pancasila, serta mencintai Tanah Air.

Pesan utama dari kegiatan ini adalah bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.

Indonesia membutuhkan masyarakat yang tidak hanya kuat secara ekonomi dan pertahanan, tetapi juga matang dalam kehidupan sosial, memiliki integritas, dan menjunjung tinggi persatuan.

Seminar Bela Negara BAMAGNAS ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Persatuan adalah kekuatan bangsa, dan keberagaman merupakan kekayaan yang harus terus dipelihara.

Indonesia yang kuat lahir dari masyarakat yang bersatu, saling menghormati, dan memiliki semangat untuk membangun negeri.

Bela negara bukan sekadar pekik kemerdekaan, bukan pula hanya tentang barisan seragam dan senjata. Bela negara adalah keberanian untuk mencintai Indonesia, menjaga persaudaraan, membela kebenaran, dan menolak segala bentuk perpecahan.

Di tengah perbedaan keyakinan, suku, dan latar belakang, ada satu rumah besar yang harus kita jaga bersama: Indonesia.

Jangan sampai kita begitu sibuk membanggakan kelompok sendiri, tetapi lupa menjaga keutuhan bangsa. Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh, sementara masa depan generasi penerus sedang menunggu perjuangan kita.

Seminar Bela Negara BAMAGNAS ini hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tidak hanya meninggalkan sertifikat dan dokumentasi, tetapi mampu menyalakan kesadaran dan menggerakkan tindakan nyata.

Sebab, mencintai Indonesia bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan, melainkan apa yang kita lakukan untuk negeri ini.

Jika bukan kita yang menjaga Indonesia, siapa lagi? Jika bukan sekarang kita memperkuat persatuan, kapan lagi?

Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kebangsaan. Indonesia adalah rumah kita bersama, dan menjaganya adalah kehormatan sekaligus tanggung jaw

ab kita semua.

Indonesiasatu928.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 6681
  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994