BLORA CEPU— Penyaluran bantuan sembako bagi korban banjir di wilayah RT 006 RW 004 Gang VI, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, mendapat sorotan dari warga. Mereka menilai distribusi bantuan perlu dilakukan secara transparan dan sesuai dengan jumlah bantuan yang telah digelontorkan oleh pihak terkait sejak awal, pada Jumat (17/4/2026).
Sejumlah warga menyampaikan bahwa bantuan yang diterima di lapangan perlu dicocokkan secara terbuka dengan data awal mengenai jumlah dan jenis bantuan yang telah disalurkan. Hal ini penting agar tidak terjadi selisih ataupun ketidaksesuaian yang berpotensi menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap ada keterbukaan, sehingga masyarakat tahu secara jelas berapa bantuan yang telah digelontorkan dan apa saja yang memang sampai kepada warga,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam proses distribusi, mengingat bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bagi masyarakat terdampak banjir yang sangat membutuhkan. Mereka meminta agar aparat pelaksana di tingkat bawah menjalankan amanat dengan penuh integritas.
Selain itu, muncul dugaan dari sebagian warga bahwa pengalaman pada tahun sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi. Kepercayaan yang telah diberikan kepada pelaksana distribusi bantuan diharapkan tidak disalahgunakan, sehingga tidak terjadi persoalan serupa di kemudian hari.

Masyarakat mendesak pemerintah desa dan pihak terkait untuk melakukan pendataan ulang serta membuka laporan distribusi secara rinci kepada publik. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa seluruh bantuan yang telah digelontorkan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Banjir yang melanda wilayah Cepu beberapa waktu lalu telah berdampak pada kehidupan warga, khususnya di lingkungan RT 006 RW 004 Gang VI. Oleh karena itu, penyaluran bantuan diharapkan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan
Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan bukan hanya menjadi tuntutan, tetapi keharusan untuk menjaga kepercayaan publik. Setiap bantuan yang telah digelontorkan harus dapat dipastikan sampai secara utuh kepada warga yang berhak. Dengan keterbukaan dan pengawasan bersama, diharapkan proses distribusi sembako bagi korban banjir di Cepu Blora dapat berjalan adil, tepat sasaran, serta memperkuat integritas aparat dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, saat berita ini diturunkan belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait distribusi bantuan tersebut. Oleh karena itu, perhatian dan respons dari pihak kelurahan maupun kecamatan setempat sangat diharapkan guna memberikan klarifikasi serta memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi seluruh warga terdampak.
(Redaksi)





Tinggalkan Balasan