, , ,

Eskalator Stasiun Duri Mendadak Mundur, 12 Penumpang Luka: SOP K3 Dipertanyakan

JAKARTA – Gangguan eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mendadak membuat sejumlah pengguna kereta api atau anak kereta (anker) celaka. Sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka setelah eskalator yang berada di area peron tiba-tiba mengalami gangguan operasional.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, eskalator saat kejadian sedang bergerak ke arah atas. Namun, secara tiba-tiba eskalator justru bergerak mundur. Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Insiden ini memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar operasional prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya terkait pemeriksaan, pemeliharaan, pengujian sistem pengaman, serta kelayakan eskalator sebelum digunakan masyarakat.

SOP Pemeriksaan Perlu Dibuka

Dengan adanya korban luka, pihak pengelola dan operator perlu menjelaskan secara terbuka bagaimana prosedur pemeriksaan eskalator dilakukan.

Pertanyaan penting yang perlu dijawab antara lain, kapan terakhir eskalator tersebut menjalani pemeriksaan dan pemeliharaan, apakah seluruh sistem pengereman dan pengaman berfungsi normal, serta apakah sebelumnya pernah terdapat laporan gangguan terhadap fasilitas tersebut.

Dugaan bahwa standar pemeriksaan atau pemeliharaan tidak dilaksanakan tentu masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan investigasi pihak berwenang.

Namun, transparansi menjadi penting agar masyarakat mengetahui penyebab sebenarnya dari eskalator yang semestinya bergerak naik tetapi justru bergerak mundur.

Jangan Tunggu Fasilitas Publik Memakan Korban

Peristiwa di Stasiun Duri juga menjadi pengingat bahwa keselamatan pengguna harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas transportasi publik.

Bukan hanya eskalator, fasilitas seperti lift, tangga berjalan, pintu otomatis, dan sarana akses penumpang lainnya juga harus mendapatkan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala.

Persoalan serupa juga masih menjadi perhatian masyarakat pada sejumlah layanan transportasi di Indonesia. Keluhan mengenai lift yang macet atau tidak berfungsi dengan baik misalnya, perlu ditindaklanjuti karena fasilitas tersebut digunakan oleh masyarakat setiap hari.

Media Imbau Pelanggan Berani Menyampaikan Keluhan

Media mengimbau masyarakat dan pelanggan transportasi publik untuk tidak diam apabila menemukan fasilitas yang tidak aman atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Keluhan masyarakat dapat menjadi informasi awal untuk mendorong operator melakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Bagi pelanggan TransJakarta maupun pengguna layanan transportasi lainnya, apabila menemukan lift, eskalator, atau fasilitas publik yang bermasalah, masyarakat diharapkan menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi operator.

Masyarakat juga dapat menyampaikan informasi kepada media, terutama apabila persoalan tersebut berulang dan berpotensi membahayakan pengguna.

Media dapat melakukan verifikasi lebih lanjut berdasarkan bukti foto, video, waktu kejadian, lokasi, serta keterangan saksi atau pelanggan.

K3 Bukan Sekadar Formalitas

Insiden Stasiun Duri semestinya menjadi bahan evaluasi serius bagi pengelola transportasi. SOP K3 tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam pemeriksaan dan pengoperasian fasilitas.

Apabila hasil investigasi nantinya menemukan adanya kelalaian dalam pemeriksaan, pemeliharaan atau pengawasan, masyarakat tentu berhak mengetahui dan meminta pertanggungjawaban sesuai ketentuan.

Sebaliknya, apabila gangguan disebabkan kegagalan teknis tertentu, penyebab dan langkah pencegahannya juga perlu disampaikan secara transparan.

Sebab, keselamatan penumpang bukan sekadar persoalan pelayanan, melainkan kewajiban yang harus menjadi prioritas dalam setiap operasional transportasi publik.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 6681
  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994