, , ,

Wakil walikota Sarasehan Depok Kota Inklusi,

Chandra Rahmansyah Buka Sarasehan Depok Kota Inklusi, Ajak Generasi Muda Rawat Kerukunan Antarumat Beragama

DEPOK – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, S.Kom., secara resmi membuka kegiatan Sarasehan Depok Kota Inklusi pada Rabu Wage, 14 Oktober 2026, di Gedung Dakwah MUI Kota Depok, Jalan Nusantara No. 5–7, Pancoran Mas, Kota Depok.

Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Kerukunan Antarumat Beragama dalam Bingkai Kebersamaan Generasi Muda” ini menjadi momentum untuk memperkuat dialog lintas agama, menumbuhkan semangat toleransi, serta mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam merawat keberagaman di Kota Depok.

Dalam sambutannya, Chandra Rahmansyah menyoroti pentingnya memandang keberagaman secara terbuka dan tidak sempit. Menurutnya, perbedaan yang ada di tengah masyarakat merupakan kenyataan kehidupan yang harus disikapi dengan bijaksana dan dijadikan kekuatan untuk membangun daerah.

Keberagaman, dalam perspektif tersebut, bukanlah penghalang bagi kemajuan. Sebaliknya, apabila dikelola melalui dialog, saling menghormati, dan kerja sama, perbedaan dapat menjadi modal sosial untuk mewujudkan Kota Depok yang lebih maju, harmonis, dan inklusif.

Depok dan Tantangan Merawat Keberagaman

Kota Depok dikenal sebagai wilayah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan sosial yang beragam. Dalam dinamika kehidupan masyarakat, berbagai pandangan mengenai toleransi dan kerukunan menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui tindakan nyata.

Dalam sambutannya, Chandra menekankan pentingnya melihat kehidupan masyarakat secara menyeluruh, termasuk upaya menjaga kondusivitas dan hubungan antarumat beragama di lapangan.

Keberagaman, menurut pesan yang disampaikan dalam sarasehan tersebut, merupakan bagian dari sunatullah atau ketetapan Tuhan. Karena itu, masyarakat perlu membangun kesadaran bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan bekerja sama demi kepentingan bersama.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan rahmatan lil alamin, yakni menghadirkan kehidupan yang membawa kebaikan, kedamaian, dan manfaat bagi seluruh makhluk.

Keterangan Foto: Para peserta Sarasehan Depok Kota Inklusi mengikuti kegiatan bertema “Menguatkan Kerukunan Antarumat Beragama dalam Bingkai Kebersamaan Generasi Muda” di Gedung Dakwah MUI Kota Depok, Pancoran Mas, Rabu (14/10/2026).

Dengan demikian, upaya mewujudkan Depok sebagai kota inklusif tidak cukup hanya melalui slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku masyarakat yang menghargai hak setiap orang untuk hidup berdampingan secara damai.

Generasi Muda Jadi Jembatan Perbedaan

Peran generasi muda dan pelajar menjadi salah satu perhatian penting dalam kegiatan ini. Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan di tengah perbedaan, membangun komunikasi yang sehat, serta menjadi pelopor terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati.

Di era digital, tantangan menjaga kerukunan juga semakin kompleks. Informasi yang beredar melalui media sosial dapat memengaruhi cara pandang masyarakat, bahkan berpotensi memicu kesalahpahaman apabila tidak disikapi secara kritis.

Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu memilah dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Berita bohong atau hoaks, terutama yang berpotensi memecah belah masyarakat berdasarkan agama dan identitas, tidak boleh disebarluaskan tanpa pemeriksaan kebenaran.

Literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang bertanggung jawab. Sikap kritis, bijaksana, dan menghormati perbedaan perlu dikembangkan agar ruang digital dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan memperbesar pertentangan.

Sarasehan Jadi Ruang Kolaborasi Lintas Agama

Melalui Sarasehan Depok Kota Inklusi, diharapkan terbangun kerja sama yang semakin erat antara pemerintah, tokoh lintas agama, pemuda, pelajar, dan berbagai unsur masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar nilai toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui dialog, kegiatan sosial bersama, gotong royong, maupun kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang agama.

Kota inklusif adalah kota yang memberikan ruang dan kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Setiap warga diharapkan dapat berkontribusi secara setara, sekaligus memperoleh kesempatan untuk hidup aman, damai, dan bermartabat.

Karena itu, kegiatan sarasehan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama, khususnya di kalangan generasi muda.

 Keberagaman Harus Menjadi Kekuatan Depok

Pada akhirnya, keberhasilan membangun Kota Depok yang inklusif tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya dalam menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Generasi muda memiliki tanggung jawab penting untuk melanjutkan upaya tersebut. Mereka perlu hadir sebagai pembawa pesan perdamaian, pengguna media digital yang bertanggung jawab, serta penggerak kolaborasi lintas agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Sarasehan Depok Kota Inklusi menjadi pengingat bahwa kerukunan tidak lahir dengan sendirinya, melainkan harus dirawat melalui sikap saling menghormati, dialog yang terbuka, dan kerja sama yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, keberagaman diharapkan menjadi kekuatan untuk mewujudkan Kota Depok yang damai, inklusif, dan maju, tanpa meninggalkan siapa pun dalam proses pembangunan.

Suwidodo/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 6681
  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994