Wakapolda Metro Jaya Turun ke Kampung Ambon! Polisi Bersama Masyarakat” Polri Petakan Pengangguran, Bedah Rumah, hingga Perangi Narkoba
JAKARTA BARAT — Bukan sekadar datang, menyapa, lalu pulang. Kegiatan Polri bersama masyarakat di Kompleks Permata, Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, diarahkan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memetakan persoalan sosial, kesehatan, ekonomi, dan keamanan lingkungan, pada Sabtu (24/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Dr. Adex Yudiswan, S.H., S.I.K., M., menyampaikan arahan mewakili Kapolda Metro Jaya. Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan ke rumah warga, bakti kesehatan, aksi bersih-bersih lingkungan, serta pendataan langsung terhadap kebutuhan masyarakat.


Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan kepolisian. Persoalan warga tidak cukup hanya didengar melalui laporan, tetapi perlu dipetakan melalui kunjungan langsung dari rumah ke rumah.
Bukan Sekadar Pendataan, Aspirasi Warga Harus Ditindaklanjuti
Dalam arahannya, Wakapolda menekankan pentingnya pendekatan democratic policing, yakni pelayanan kepolisian yang memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat.
Ia mengilustrasikan bahwa pelayanan tidak akan tepat sasaran apabila program yang diberikan berbeda dari kebutuhan warga. Karena itu, petugas diminta menggali aspirasi secara langsung, mencatat keluhan, dan memastikan informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.
Kebutuhan seperti penerangan jalan, sanitasi, saluran air, fasilitas lingkungan, layanan kesehatan, hingga kesempatan kerja menjadi bagian dari persoalan yang perlu diidentifikasi.
Pendataan tersebut juga diarahkan untuk mengetahui kondisi keluarga yang memiliki anggota belum bekerja, keterampilan yang dimiliki warga, serta kebutuhan pelatihan yang berpotensi membuka akses menuju pekerjaan.
Prinsipnya, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah rumah yang didatangi, tetapi juga dari kualitas informasi dan kejelasan tindak lanjutnya.

Kampung Ambon Bersih Narkoba, Warga Diajak Berperan Aktif
Persoalan peredaran narkoba turut menjadi perhatian dalam arahan tersebut.
Upaya membangun lingkungan yang aman tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan memperkuat peran masyarakat, memperluas kegiatan positif bagi anak-anak, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.
Petugas diarahkan untuk mendengarkan informasi warga mengenai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dugaan peredaran narkotika dan persoalan kriminalitas lainnya.
Gagasan pengembangan kawasan yang bersih dari narkoba serta usulan pengaturan akses masuk dan keluar lingkungan juga dibahas sebagai bagian dari aspirasi dan upaya peningkatan keamanan. Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan kajian, dasar hukum, serta koordinasi dengan warga dan instansi berwenang.
Perlindungan anak juga menjadi perhatian. Pendataan harus dilakukan secara hati-hati, menjaga kerahasiaan identitas, dan memastikan setiap dugaan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang sesuai.
Polisi Peduli Pengangguran, Keterampilan Warga Dipetakan
Di bidang kesejahteraan, pendataan diarahkan untuk mengidentifikasi warga yang belum bekerja beserta keterampilan yang dimilikinya.
Warga yang membutuhkan pelatihan dapat dipetakan berdasarkan keahlian dan minatnya. Selanjutnya, kebutuhan tersebut dapat dikoordinasikan dengan lembaga pelatihan kerja maupun pihak yang memiliki peluang penempatan tenaga kerja.
Program Polisi Peduli Pengangguran yang disebut dalam pengarahan diharapkan menjadi salah satu jalan untuk menghubungkan pendataan dengan upaya pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, muncul pula gagasan pengembangan Kampung Produktif, Kampung Edukasi, pelatihan bahasa, pusat kuliner, dan kawasan rekreasi. Potensi produk lokal juga diharapkan dapat dikembangkan melalui akses pemasaran yang lebih luas.
Seluruh gagasan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan dan koordinasi dengan pihak terkait agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.


Bedah Rumah dan Bakti Kesehatan Jadi Bagian Kepedulian Sosial
Kunjungan ke rumah warga dan bakti kesehatan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial di Kampung Ambon.
Melalui pendekatan langsung, kebutuhan warga diharapkan dapat dikenali dengan lebih baik, termasuk kondisi keluarga yang memerlukan perhatian kesehatan dan bantuan sesuai ketentuan program.
Dalam pengarahan teknis, petugas juga diminta mendata warga yang sakit dan mengoordinasikan kebutuhan pertolongan kepada petugas kesehatan. Informasi mengenai kondisi darurat harus segera diteruskan melalui jalur pelayanan yang tepat.
Sementara itu, program bedah rumah perlu dipastikan berdasarkan data penerima, kondisi rumah, kriteria bantuan, serta keputusan resmi penyelenggara sebelum rincian realisasinya diberitakan sebagai fakta.
Libatkan Pemerintah dan Seluruh Pemangku Kepentingan
Hasil pendataan warga direncanakan menjadi bahan koordinasi lintas instansi. Persoalan yang membutuhkan penanganan pemerintah daerah maupun lembaga lain dapat disampaikan kepada pihak yang berwenang sesuai bidang tugas masing-masing.
Dengan cara tersebut, keluhan warga diharapkan tidak berhenti sebagai catatan dalam formulir, tetapi menjadi dasar untuk menentukan prioritas, merumuskan solusi, dan memantau tindak lanjut.
Petugas juga diingatkan untuk menjaga kejujuran dalam pendataan, menghormati masyarakat, tidak merekayasa jawaban, serta tidak menjanjikan bantuan yang belum memiliki kepastian.

Membangun Kepercayaan dari Rumah ke Rumah
Kegiatan di Kampung Ambon menunjukkan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah, pengurus lingkungan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Pendekatan yang humanis, pendataan berbasis fakta, serta tindak lanjut yang jelas menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan publik.
Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pendataan benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata: lingkungan yang lebih sehat, kesempatan kerja yang lebih terbuka, perlindungan anak yang lebih kuat, serta penanganan peredaran narkoba sesuai hukum.
Sebab, keberhasilan pelayanan publik bukan hanya terlihat ketika pejabat hadir di tengah masyarakat, melainkan ketika kebutuhan warga memperoleh jawaban dan perubahan yang dapat dirasakan.
PENGARAHAN PETUGAS PENDATAAN WARGA KAMPUNG AMBON
Wakapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Dr. Adex Yudiswan, S.H., S.I.K., M., menyampaikan arahan Pendekatan Humanis, Pendataan Kebutuhan Dasar, dan Program Kampung Bersih
1. Tata Cara Memasuki Rumah Warga
Teman-teman, ketika mendatangi rumah warga, perhatikan sikap dan cara kita berkomunikasi.


Pertama, parkir kendaraan dengan tertib dan tidak menghalangi jalan atau akses rumah warga. Setelah itu, masuklah dengan sopan, berikan salam, dan tunjukkan sikap yang ramah.
Ingat, kesan pertama atau first impression sangat menentukan. Ketika bertemu warga, tersenyumlah dengan tulus. Senyum menunjukkan bahwa kita datang dengan niat baik dan menghormati mereka.
Urutan pendekatan kepada warga adalah:
1. Senyum dengan tulus.
2. Salam sesuai kebiasaan dan keyakinan warga.
3. Sapa dengan ramah.
4. Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan kedatangan.
Contohnya:
“Assalamu’alaikum, selamat pagi, Pak. Perkenalkan, kami dari tim pendataan kebutuhan masyarakat. Kami datang untuk mendengarkan aspirasi dan mengetahui kebutuhan Bapak beserta keluarga, agar dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun program yang tepat.”
Beliau menyampaikan kepada petugas lapangan “Jangan terburu-buru bertanya. Bangun komunikasi terlebih dahulu supaya warga merasa nyaman dan bersedia menyampaikan kondisi yang sebenarnya” tegasnya.
2. Menggali Kebutuhan Dasar Warga
Setelah memperkenalkan diri, mulailah dengan pertanyaan sederhana:
“Pak, apa kebutuhan atau kesulitan yang saat ini dihadapi keluarga dan lingkungan sekitar yang kiranya dapat dibantu oleh pemerintah?”
Arahkan pembicaraan pada kebutuhan nyata, antara lain:
– Kondisi WC atau sanitasi yang rusak maupun tersumbat.
– Gorong-gorong dan saluran air yang rusak.
– Penerangan jalan yang belum tersedia.
– Ketersediaan air bersih dan gangguan layanan air.
– Kondisi pagar atau fasilitas lingkungan yang membutuhkan perbaikan.
– Kesulitan memperoleh pekerjaan.
– Kebutuhan pelatihan keterampilan bagi warga.
– Persoalan keamanan, tindak kriminal, dan ketertiban lingkungan.
– Keluhan terhadap pelayanan atau perilaku aparat yang perlu ditindaklanjuti melalui saluran resmi.
Dengarkan jawaban warga dengan saksama. Jangan memotong pembicaraan dan jangan menjanjikan bantuan yang belum dipastikan tersedia.
Tugas kita adalah mencatat kebutuhan warga secara akurat agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.
3. Menjelaskan Tujuan Program
Setelah mengetahui kebutuhan warga, jelaskan tujuan kegiatan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Contoh penyampaian:
“Pak, Bu, kami ingin mengakomodasi kebutuhan dan harapan masyarakat Kampung Ambon. Harapannya, masyarakat semakin sejahtera, lingkungan semakin tertata, dan Kampung Ambon menjadi lingkungan yang bersih dari narkoba.
Program ini tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut kesejahteraan keluarga, kesempatan kerja, pendidikan keterampilan, kesehatan lingkungan, dan keamanan masyarakat.”
Apabila ada anggota keluarga yang belum memiliki pekerjaan, catat kebutuhan tersebut. Data itu dapat menjadi bahan untuk menilai peluang pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja sesuai program yang tersedia.
Jika warga membutuhkan pelatihan, catat jenis keterampilan yang diminati, jumlah calon peserta, serta kebutuhan pendukungnya.
Apabila warga menyampaikan masalah kriminalitas atau keluhan terhadap aparat, dengarkan dengan objektif. Catat informasi yang relevan dan arahkan pengaduan melalui mekanisme resmi agar dapat diperiksa dan ditindaklanjuti secara tepat.
4. Mendata Hubungan Warga dengan Pengurus Lingkungan
Teman-teman juga perlu mengetahui seberapa baik hubungan komunikasi warga dengan perangkat lingkungan dan petugas pembinaan masyarakat.
Ajukan pertanyaan secara sopan:
– Apakah Bapak atau Ibu mengenal Ketua RT setempat?
– Apakah Bapak atau Ibu mengenal Ketua RW?
– Apakah Bapak atau Ibu mengetahui atau mengenal Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah ini?
– Apakah Bapak atau Ibu mengetahui petugas Babinsa di lingkungan ini?
– Jika menghadapi masalah lingkungan, kepada siapa biasanya Bapak atau Ibu menyampaikan keluhan?
Catat jawabannya sesuai kondisi yang sebenarnya. Jangan menganggap warga yang tidak mengenal petugas sebagai warga yang tidak peduli. Bisa jadi komunikasi, sosialisasi, atau akses pelayanan memang belum berjalan dengan baik.
Dari hasil pendataan, kita dapat melihat apakah hubungan antara masyarakat, pengurus lingkungan, dan aparat sudah berjalan efektif atau masih perlu diperkuat.
5. Pendataan Harus Mengutamakan Kualitas
Target jumlah responden memang penting, tetapi kualitas informasi jauh lebih menentukan manfaat kegiatan.
Pastikan setiap petugas:
– Mengajukan pertanyaan secara alami dan tidak menginterogasi warga.
– Mencatat jawaban secara lengkap dan benar.
– Tidak mengarahkan jawaban responden.
– Meminta klarifikasi apabila jawaban belum jelas.
– Menjaga kerahasiaan data pribadi warga.
– Tidak menjanjikan bantuan atau hasil yang belum memiliki kepastian.
Data yang dikumpulkan harus dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat.
6. Hasil Pendataan untuk Pemangku Kepentingan
Setelah kegiatan selesai, seluruh data akan direkapitulasi dan dianalisis. Hasilnya dapat menjadi bahan pemaparan kepada pemangku kepentingan, antara lain wali kota, gubernur, Kapolda, Kapolres, Pangdam, serta instansi pemerintah terkait sesuai kewenangan masing-masing.
Tujuannya agar persoalan yang ditemukan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat menjadi dasar untuk menyusun prioritas program, menentukan pihak yang bertanggung jawab, dan memantau tindak lanjutnya.
7.Pengarahan Wakapolda Metro Jaya
Teman-teman, kita hadir bukan sekadar untuk memenuhi target angka. Kita hadir untuk mendengarkan masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.
Mulailah dengan senyum, sampaikan salam, perkenalkan diri, jelaskan tujuan kegiatan, lalu dengarkan kebutuhan warga dengan sungguh-sungguh.
Ingat tiga prinsip utama: pendekatan yang humanis, pendataan yang akurat, dan tindak lanjut yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mari bekerja dengan disiplin, menjaga sopan santun, menghormati warga, serta membangun kepercayaan masyarakat.
Dengan demikian, pendataan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan mewujudkan Kampung Ambon yang aman, sehat, tertata, dan bersih dari narkoba.
(Suwidodo)Indonesiasatu928.com — Kebenaran, keadilan, dan tanggung jawab dalam pemberitaan.





Tinggalkan Balasan