JAKARTA (Indonesiasatu928), – Kuliah umum lintas iman digelar di Aula STT IKAT, Jl. Rempoa Permai No. 2, Jakarta Selatan, Jumat (12/9). Acara bertema “Kristen dan Budha Menaati Nalar Bangsa dalam Peradaban Damai” itu menghadirkan Bhikkhu Dharmmasubho Mahathera sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya berjudul “Kebijaksanaan dan Nalar Sehat dalam Tradisi Budha untuk Kehidupan Bangsa,” Bhikkhu Dharmmasubho menegaskan, perbedaan agama di Indonesia bukan untuk diperdebatkan. “Perbedaan ini harus disandingkan. Dasarnya Pancasila dan UUD 1945. Kalau dijalankan, niscaya bangsa ini hidup damai,” tandasnya.

Acara yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini juga dihadiri Ketua Umum Perwarna Indonesia Yusuf Mujiono dan Rektor STT IKAT Dr. M.R. Lumintang, MBA., Ph.D. Mereka kompak menyuarakan pentingnya kebijaksanaan dan sikap saling menghargai demi menjaga kerukunan bangsa.

Dosen STT IKAT, Ibu Y, ikut menanggapi. Menurutnya, kegiatan kuliah kebangsaan ini penting karena menempatkan agama Samawi maupun tradisi humanis dalam bingkai yang sama: menjunjung tinggi persatuan.
“Indonesia plural, tapi NKRI harga mati. Justru lewat dialog seperti ini kita belajar, perbedaan bisa jadi kekuatan,” ucapnya.

Dialog lintas agama ini mendapat sambutan hangat peserta. Panitia menegaskan kegiatan serupa akan terus digelar sebagai upaya merawat perdamaian di tengah masyarakat plural.
Red.





Tinggalkan Balasan