, , , ,

HAKLI Tekankan Pentingnya Pengelolaan MBG Demi Generasi Sehat Kelola MBG Tepat, Wujudkan Generasi Sehat

JAKARTA, 3 Oktober 2025 — Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Prof. Sumantri, menegaskan pentingnya pengelolaan Manajemen Bahan Gizi (MBG) secara tepat demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Pesan itu ia sampaikan dalam siaran TVRI bertajuk “Kelola MBG Tepat untuk Generasi Sehat” pada Jumat pagi (3/10), pukul 03.10.25″ WIB.

“MBG tidak hanya soal gizi, tetapi juga soal keamanan pangan dan sanitasi lingkungan. Anak-anak sekolah harus mendapatkan makanan yang benar-benar aman, higienis, dan bergizi,” tegas Prof. Sumantri.

Kontrol MBG: Dari Dapur hingga Meja Makan

Menurutnya, ada sejumlah aspek yang harus diawasi secara ketat, antara lain:

1. Kelayakan alat masak dan peralatan makan agar bebas kontaminan.

2. Kualitas air bersih, diuji secara fisika, kimia, dan mikrobiologis.

3. Kesehatan penjamah makanan melalui pemeriksaan rutin, termasuk rectal swab.

4. Sanitasi dapur: ventilasi, pencahayaan, lantai, hingga peralatan.

5. Penyimpanan arsip makanan (food sample) sebagai bahan penelusuran bila terjadi keracunan.

6. Uji biologis makanan siap santap untuk mendeteksi mikroorganisme berbahaya.

7. Transportasi makanan dengan kendaraan yang tertutup dan laik sehat, standard sanitasi.

8. Teknik pencucian alat & bahan mengikuti standar sanitasi (cuci–bilas–sanitasi).

9. Pengelolaan limbah padat, cair, dan gas agar tidak mencemari lingkungan.

10. Tanggung jawab sanitasi yang jelas dan berkesinambungan.mendukung petugas Gizi

Dari hasil tayangan TV pada pagi hari pukul 03.10.25″ wib, Sesepuh HAKLI, Koderi Hardiwardoyo yang tinggal di Jakarta Selatan, menyampaikan salam dan menambahkan bahwa pengawasan menyeluruh adalah keharusan. “Anak sekolah harus terlindungi dari potensi keracunan. Itu sebabnya kontrol harus komprehensif, tidak boleh hanya setengah jalan,” ujarnya.

Metode Kontrol: Swab, Laboratorium, dan Check Chlor

Untuk memastikan seluruh aspek tersebut berjalan, HAKLI menekankan perlunya penggunaan metode dan alat kontrol teknis, yakni:

Swab Test (Uji Usap): dilakukan pada alat masak, meja, dan tangan penjamah makanan, lalu dianalisis di laboratorium mikrobiologi.

Pemeriksaan Laboratorium: sampel air dan makanan diuji parameter fisika, kimia, serta mikrobiologis, termasuk deteksi bakteri patogen (E. coli, Salmonella).

Check Chlor (Uji Kadar Klorin): menggunakan chlorine test kit untuk memastikan air yang dipakai memasak dan mencuci benar-benar aman.

Uji Organoleptik: pemeriksaan bau, warna, rasa, dan tekstur makanan.

Monitoring Lapangan: observasi langsung kondisi dapur, gudang, dan transportasi makanan.

Melalui pengelolaan MBG yang tepat, HAKLI berharap sekolah, pesantren, hingga penyedia jasa boga dapat memastikan setiap makanan yang disajikan aman dikonsumsi, bergizi seimbang, dan higienis.

“Generasi sehat lahir dari makanan sehat. Dengan pengawasan MBG yang baik, kita bukan hanya melindungi anak-anak, tetapi juga menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih produktif dan berdaya saing,” tutup Prof. Sumantri.

Dari semangat kebangsaan ada salah satu anggota HAKLI menyampaikan “Sudah saatnya semua pihak—sekolah, orang tua, hingga pemerintah dan organisasi —kompak menjaga makanan anak. Ingat, generasi sehat dimulai dari piring makan yang bersih dan bergizi.”

 

Reporter Suwidodo 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *