BANDUNG — Suasana haru menyelimuti Auditorium Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Sabtu (31/1/2026) sore hingga malam. Doa, pujian, dan air mata menyatu dalam Pujian dan Doa Pemulihan untuk Tapanuli yang digelar HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy bagi para korban bencana di Tapanuli.
Ibadah yang dimulai pukul 16.00 WIB itu digerakkan oleh Perangkat Distrik Tanggap Bencana HKBP Jabartengdiy. Ratusan jemaat hadir, tak sekadar berdoa, tetapi ikut merasakan duka para korban bencana yang tengah berjuang bangkit.
Liturgi dipimpin Pdt. Agus Victor Sidauruk, khotbah disampaikan Pdt. Mangido Tua Pandiangan, sementara doa syafaat dipanjatkan Pdt. Henry H. P. Butar-butar.
Dalam khotbahnya, Pdt. Mangido mengutip Matius 25:40 dan 45, menegaskan bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Setiap orang yang hadir di tempat ini adalah tangan Tuhan untuk menolong sesama,” ujarnya, disambut keheningan jemaat.
Ketua Panitia Delvina Simanjuntak br Napitupulu mengatakan, kegiatan ini lahir dari kerinduan untuk tetap berguna di tengah penderitaan sesama.
“Kami bersyukur masih diberi kesempatan melayani Tuhan melalui acara ini,” katanya.
Praeses HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy, Pdt. Nekson Simanjuntak, menegaskan gereja tidak boleh diam menghadapi penderitaan.
“Gereja harus hadir, peduli, dan menolong tanpa melihat latar belakang,” tegasnya.
Ia menambahkan, meski fokus doa ditujukan bagi Tapanuli, semangat kegiatan ini adalah kemanusiaan yang bersifat universal.
Pujian demi pujian dipersembahkan paduan suara lintas gereja HKBP di Bandung dan Cimahi. Harmoni lagu-lagu rohani itu menjelma menjadi doa bersama bagi para korban.
Sejumlah paduan suara tampil, di antaranya Glorius HKBP Bandung Reformanda, Galileo HKBP Cimahi, Eben Haezer HKBP Bandung Timur, hingga Cantate Chamber Choir HKBP Bandung. Solois dan duet turut memperkuat suasana ibadah.
Menjelang penutupan, koor gabungan menyanyikan lagu Kau Takkan Sendiri. Banyak jemaat terlihat menitikkan air mata. Lagu itu menjadi pesan kuat bagi para korban bencana: mereka tidak sendiri, ada banyak hati yang mendoakan.
Acara yang berlangsung hampir lima jam ini dipandu Thomson Hutajulu dan Nara br Nababan, lalu ditutup dengan doa oleh Praeses HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy.
Reporter: widodo/Lukman Doloksaribu
Editor: Romo Kefas




Tinggalkan Balasan