, , , ,

Diskusi di RPK FM: Jakarta Menuju Zero Waste, Bisakah Lepas dari Bantar Gebang?

JAKARTA – Upaya Jakarta menuju kota dengan konsep zero waste kembali menjadi sorotan dalam dialog publik yang disiarkan oleh RPK FM 96.3 melalui program Good Morning Obsesi, Senin (9/3/2026). Diskusi bertajuk “Jakarta Menuju Zero Waste: Mampukah Kita Berhenti Mengirim Sampah ke Bantar Gebang?” ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif dan media.

Dialog tersebut menghadirkan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan, bersama Sekretaris Daerah PEWARNA Indonesia DKI Jakarta, Suwidodo. Diskusi dipandu oleh jurnalis Thony Ermando.

Dalam dialog tersebut, para narasumber menyoroti tantangan besar Jakarta dalam mengelola sampah yang volumenya terus meningkat setiap hari. Selama ini sebagian besar sampah ibu kota masih dikirim ke TPST Bantar Gebang di Bekasi sebagai tempat pembuangan akhir.

August Hamonangan mengatakan, pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan agar ketergantungan terhadap Bantar Gebang dapat dikurangi secara bertahap.

Menurut dia, transformasi pengelolaan sampah harus dimulai dari pengurangan sampah di sumbernya, peningkatan fasilitas pengolahan, hingga penerapan teknologi pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Suwidodo menilai bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Kesadaran masyarakat serta dukungan media dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan perilaku publik.

“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus memperkuat sistemnya, hukum harus ditegakkan, dan masyarakat perlu mulai mengurangi serta memilah sampah dari rumah,” ujarnya dalam dialog tersebut.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan mengawal kebijakan publik di bidang lingkungan hidup.

Melalui dialog publik seperti ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa upaya menuju Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media.

Para narasumber sepakat bahwa konsep zero waste bukan sekadar slogan, tetapi sebuah perubahan sistem dan perilaku yang harus dilakukan secara konsisten agar Jakarta dapat mengurangi beban sampah yang selama ini ditumpuk di Bantar Gebang.

Masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Hukum harus ditegakkan, sistem harus diperbaiki, dan masyarakat perlu mulai dari hal sederhana: mengurangi dan memilah sampah. Jika semua pihak bergerak bersama, Jakarta yang bersih dan berkelanjutan bukan sekadar harapan, tetapi bisa menjadi kenyataan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s