Presiden Prabowo: Tinggalkan Budaya ABS, Perkuat Industrialisasi untuk Cegah Gejolak Sosial

SIARAN BERITA TV GARUDA

Kamis, (19/3/2026) pukul 21.10 WIB

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pernyataannya yang disiarkan TV Garuda pukul 21.10 WIB, menegaskan pentingnya meninggalkan budaya ABS (Asal Bapak Senang) serta memperkuat arah pembangunan nasional melalui industrialisasi berbasis nilai tambah.

Presiden menekankan bahwa praktik ABS hanya akan merugikan bangsa karena menutup ruang kejujuran dan kritik yang objektif. Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus siap menerima berbagai bentuk kritik, bahkan yang paling keras sekalipun.

“Kita harus siap menerima kritik, bahkan jika harus dimaki atau dicurigai. Itu bagian dari proses kepemimpinan. Yang penting adalah kita tidak takut menghadapi kesulitan,” tegas Presiden.

Dalam pandangannya, kritik yang berbasis fakta dan kondisi nyata di lapangan merupakan masukan berharga bagi pemerintah. Namun, Presiden juga mengingatkan agar masyarakat mampu membedakan antara kritik konstruktif dan kritik yang bermuatan kebencian atau kepentingan pribadi.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena global terkait menyusutnya kelas menengah yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya aksi unjuk rasa di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia.

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial seperti YouTube turut mempercepat dinamika tersebut. Menurutnya, masyarakat kini dapat dengan mudah membandingkan kondisi hidup, yang berpotensi menimbulkan kecemasan sosial jika tidak diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan.

“Media sosial membuat kehidupan terlihat seperti tontonan harian. Ini memicu perbandingan dan tekanan sosial, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Sebagai solusi, Presiden menegaskan komitmennya untuk mendorong industrialisasi nasional dengan menghentikan ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Ia menekankan pentingnya mengolah sumber daya alam di dalam negeri menjadi produk bernilai tinggi.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, khususnya bagi generasi muda yang terdidik dan siap bersaing di era digital.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk luar. Kita harus berani membangun industri sendiri, dari sumber daya yang kita miliki,” kata Presiden.

Presiden juga menyinggung rencana pembangunan berbagai sektor industri, termasuk industri manufaktur dan otomotif, sebagai bagian dari strategi besar memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto menjadi penegasan bahwa keberanian menerima kritik, meninggalkan budaya ABS, serta mempercepat industrialisasi merupakan fondasi penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mendorong Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan berdaya saing di tengah perubahan global.

(Suwidodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s