JAKARTA — Kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) bagi Roma Hutajulu bukan sekadar seremoni. Pangkat jenderal bintang dua yang kini disandangnya merupakan puncak dari perjalanan panjang karier kepolisian yang ditempa oleh kerja keras, pengalaman lapangan, dan dedikasi dalam penegakan hukum.
Pada Maret 2026, Roma Hutajulu resmi naik pangkat dalam upacara kenaikan pangkat yang dipimpin Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Berawal dari Dunia Reserse
Roma Hutajulu memulai kariernya dari bidang reserse, sebuah bidang yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi dan menuntut ketelitian serta keteguhan mental.
Ia pernah bertugas sebagai penyidik Reserse Mobile di Polda Metro Jaya. Dari pengalaman tersebut, kariernya berkembang dan dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di kepolisian.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kapolres Purworejo, Kapolres Metro Jakarta Pusat, serta Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda Metro Jaya.
Ia juga pernah menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Barat sebelum akhirnya dipercaya menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I pada Sespim Polri di bawah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Terlibat dalam Penanganan Kasus Besar
Dalam perjalanan kariernya, Roma Hutajulu terlibat dalam sejumlah penanganan kasus besar yang menjadi perhatian publik.
Di antaranya adalah pengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ryan Jombang. Selain itu, ia juga terlibat dalam penanganan terorisme pasca peristiwa Bom Sarinah 2016 di Jakarta.
Pengalaman tersebut memperkuat reputasinya sebagai penyidik yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam menangani perkara besar dan kompleks.
Pendidikan dan Pengembangan Diri
Roma Hutajulu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sepanjang kariernya, ia juga menempuh berbagai pendidikan pengembangan kepemimpinan, antara lain di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), serta Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI).
Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kapasitas kepemimpinan dan profesionalitas dalam menjalankan tugas kepolisian.
Berperan Mencetak Pemimpin Masa Depan
Saat ini, Roma Hutajulu menjalankan peran sebagai widyaiswara di lingkungan pendidikan kepolisian. Posisi ini membuatnya terlibat langsung dalam proses pembinaan dan pendidikan calon pemimpin Polri.
Dalam peran tersebut, ia tidak hanya menyampaikan materi pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum.
Perjalanan karier Roma Hutajulu menunjukkan bahwa proses panjang, pengalaman lapangan, dan komitmen terhadap pengembangan diri menjadi faktor penting dalam membentuk kepemimpinan di tubuh Polri.
Lahir di Sungailiat, kiprahnya juga menjadi inspirasi bahwa dedikasi dan kerja keras dapat membuka jalan menuju pengabdian yang lebih luas bagi institusi dan masyarakat.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan