, ,

Pedagang Pasar Keluhkan Dampak Globalisasi, Harga Plastik Melonjak Hingga 100 Persen

JAKARTA – Pedagang tempe dan tahu di pasar tradisional mengeluhkan melonjaknya harga plastik yang disebut telah naik hingga hampir 100 persen dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut dinilai sebagai dampak dari perubahan ekonomi global yang memengaruhi harga bahan baku industri plastik.

Di pasar-pasar tradisional yang kondisi lantainya sering becek, plastik menjadi kebutuhan utama bagi pedagang untuk membungkus tempe dan tahu agar tetap bersih dan mudah dibawa pembeli. Namun kini biaya pembelian plastik menjadi beban tambahan bagi pedagang kecil.

Pedagang tempe dan tahu di pasar tradisional menggunakan plastik sebagai pembungkus dagangan di tengah kondisi pasar yang becek.

“Biasanya satu pak plastik masih murah, sekarang hampir dua kali lipat. Mau tidak mau tetap harus beli karena pasar becek dan pembeli juga butuh pembungkus,” ujar seorang pedagang tempe di pasar tradisional.

Para pedagang menyebut kenaikan harga plastik ini tidak hanya disebabkan faktor lokal, tetapi juga pengaruh ekonomi global. Harga bahan baku plastik yang berasal dari industri petrokimia sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia serta rantai pasok internasional.

Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa globalisasi membuat harga komoditas di pasar lokal sangat terhubung dengan dinamika ekonomi dunia.

“Ketika harga minyak dunia naik atau terjadi gangguan pasokan global, maka bahan baku plastik juga ikut naik. Dampaknya langsung terasa di tingkat pedagang kecil,” ujarnya.

Di Indonesia, industri plastik masih bergantung pada pasokan bahan baku dari industri petrokimia seperti PT Chandra Asri Petrochemical serta impor dari luar negeri. Ketika harga global naik atau distribusi terganggu, harga plastik di pasar domestik pun ikut terdorong.

Pedagang berharap ada perhatian dari pemerintah agar harga bahan kebutuhan sederhana seperti plastik dapat lebih stabil. Bagi pedagang kecil, kenaikan biaya kemasan sering kali lebih berat dibandingkan kenaikan harga bahan dagangan itu sendiri.

Jika kondisi ini terus berlangsung, para pedagang khawatir harga tempe dan tahu di pasar tradisional juga akan ikut naik karena meningkatnya biaya operasional.

Kenaikan harga plastik yang mencapai hampir dua kali lipat menjadi gambaran nyata bagaimana dinamika ekonomi global dapat langsung dirasakan oleh pedagang kecil di pasar tradisional. Bagi pedagang tempe dan tahu, plastik bukan sekadar pembungkus, tetapi bagian penting dari keberlangsungan usaha sehari-hari.

Di tengah kondisi pasar yang becek dan keterbatasan sarana, mereka tetap berusaha bertahan agar dagangan tetap bisa dijual dan kebutuhan keluarga terpenuhi. Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan sederhana seperti plastik, sehingga usaha kecil di pasar tradisional tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.

(Suwidodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s