, , ,

Imunisasi Terhambat Disinformasi, Dante Minta Media Perkuat Jurnalisme Kesehatan

JAKARTA, Indonesiasatu928.com– Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyoroti ancaman serius disinformasi terhadap program imunisasi nasional. Di tengah derasnya arus informasi yang tak terverifikasi, ia menilai peran media menjadi krusial untuk memastikan publik tidak tersesat oleh narasi keliru soal vaksin.

Suasana pemaparan dalam kegiatan Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Dante dalam forum Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2026 yang digelar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Pemerintah menilai disinformasi masih menjadi penghambat utama keberhasilan program imunisasi.

Menurut Dante, fenomena infodemik—banjir informasi yang tidak semuanya benar—telah menjadi tantangan baru dalam sektor kesehatan. Ia memperingatkan bahwa disinformasi dapat secara langsung memengaruhi keputusan masyarakat untuk menerima vaksin, bahkan berpotensi meningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

“Jika masyarakat terus terpapar informasi yang salah, maka kepercayaan terhadap imunisasi akan menurun. Dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi pada kesehatan publik secara luas,” ujar Dante.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi sangat bergantung pada tingkat literasi kesehatan masyarakat, yang sebagian besar dibentuk oleh informasi yang beredar di ruang publik. Dalam konteks ini, media memiliki posisi strategis sebagai penjaga akurasi sekaligus penjernih informasi.

Dante meminta insan pers tidak sekadar menjadi penyampai berita, tetapi juga berperan aktif sebagai verifikator fakta di tengah maraknya hoaks vaksin. Ia menilai jurnalisme kesehatan yang kuat dan berbasis data menjadi kunci untuk melawan disinformasi.

Sejumlah narasumber dan jurnalis berfoto bersama usai kegiatan Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (23/4/2026), yang menekankan pentingnya peran media dalam edukasi imunisasi dan penanggulangan disinformasi.

“Media harus menjadi indikator informasi yang benar. Di tengah kebingungan publik, jurnalisme yang berkualitas akan menjadi penuntun,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa rendahnya kesadaran masyarakat terhadap imunisasi tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan akses, melainkan juga oleh keraguan yang dipicu oleh informasi yang menyesatkan. Dalam banyak kasus, kata dia, masyarakat enggan datang ke sentra vaksinasi bukan karena menolak, tetapi karena ragu.

Padahal, lanjut Dante, imunisasi telah terbukti sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam menekan penyebaran penyakit. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, sejumlah penyakit bahkan dapat dieliminasi.

Ia juga mengingatkan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak-anak. Di era modern, vaksinasi mencakup berbagai kelompok usia dan berfungsi tidak hanya mencegah penyakit menular, tetapi juga penyakit tidak menular. Salah satu contohnya adalah vaksin HPV yang berperan dalam mencegah kanker serviks.

Namun demikian, tantangan komunikasi publik masih menjadi pekerjaan rumah besar. Disrupsi informasi yang masif di media sosial dinilai mempercepat penyebaran narasi yang tidak berbasis sains, sehingga membingungkan masyarakat.

Karena itu, Dante menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media untuk membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Informasi yang akurat dan terpercaya akan membentuk pemahaman masyarakat yang benar. Dari situlah kesadaran akan pentingnya imunisasi akan tumbuh,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, ia berharap media dapat mengambil peran lebih progresif dalam mengedukasi publik, bukan hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan.

“Kalau informasi yang beredar benar, maka keputusan masyarakat juga akan benar. Di situlah letak peran penting media,” pungkas Dante.

Pada akhirnya, kesehatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh informasi yang dipercaya. Media, dengan kekuatannya, memiliki peran penting untuk menyalakan kesadaran—bahwa imunisasi adalah investasi kehidupan.

(Suwidodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s