JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis panduan upacara, termasuk naskah doa yang wajib dibacakan pada 2 Mei.
Naskah doa ini menjadi sorotan karena tidak hanya berisi ungkapan syukur, tetapi juga pesan kuat tentang masa depan pendidikan Indonesia. Di dalamnya, pemerintah mengajak seluruh insan pendidikan meneladani perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam membangun pendidikan yang merata dan berkualitas.
Doa tersebut juga menegaskan peran strategis guru, tenaga kependidikan, dan orang tua dalam membentuk generasi unggul—tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, berkarakter, kritis, kreatif, dan mandiri.
Menariknya, Kemendikdasmen menekankan pendekatan inklusif. Meski doa dipimpin secara agama tertentu, seluruh peserta upacara tetap diberi ruang untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing, mencerminkan semangat toleransi di Indonesia.
Hardiknas 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen nasional dalam menciptakan pendidikan yang adil, merata, dan relevan dengan tantangan zaman.
Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026
Sebelum memulai doa, izinkan saya memimpin doa menurut agama Islam.
Bagi yang beragama lain, dipersilakan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, washshalatu wassalamu ‘alaa Sayyidina Muhammadin, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu atas segala limpahan rahmat, karunia, dan nikmat-Mu.
Pada hari ini, kami dapat memperingati Hari Pendidikan Nasional dalam keadaan sehat walafiat, penuh rasa syukur, serta dalam suasana bangsa yang aman, rukun, dan damai.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mulia,
Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, kami mengenang jasa besar Ki Hadjar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional.
Muliakanlah beliau di sisi-Mu, ampuni segala khilafnya, dan terimalah segala amal baktinya.
Berilah kami kekuatan, keteladanan, dan semangat untuk meneruskan perjuangan beliau dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pemberi Kesejahteraan,
Limpahkanlah kekuatan lahir dan batin kepada para guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh insan pendidikan.
Jadikanlah mereka pribadi yang tulus, sabar, dan penuh kasih dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Ya Allah, Bimbinglah anak-anak kami, para pelajar Indonesia, agar menjadi generasi unggul yang beriman dan bertakwa kepada-Mu,
memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, berjiwa kebangsaan, berpikir kritis, kreatif, mandiri, mampu bekerja sama, sehat jasmani dan rohani, serta cakap dalam berkomunikasi.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
Jadikanlah pendidikan di negeri ini sebagai jalan untuk membangun peradaban bangsa yang bermartabat, adil, dan sejahtera.
Jauhkanlah kami dari perpecahan, kebodohan, dan ketidakadilan.
Satukanlah langkah kami dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaulat.
Ya Allah, Kabulkanlah doa dan harapan kami.
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kemendikbud menegaskan bahwa penguatan nilai kebangsaan dan nasionalisme melalui pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda Indonesia.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pendidikan diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap cinta tanah air, toleransi, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
(Suwidodo)



Tinggalkan Balasan