Indonesiasatu928.com – Bandung, 5 Juli 2025 — Sebuah momentum bersejarah menggema dari Kota Bandung ke seluruh penjuru Nusantara. Dalam semangat persatuan dan kebangkitan rohani yang menggetarkan, Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bandung menggelar Ibadah Doa Nasional ke-4 di Gereja Kristen Kudus Indonesia (GKKI) dengan tema yang membakar semangat: “Menyalakan Api Doa dan Penginjilan.”
Acara ini bukan hanya berskala lokal. Serentak di 514 kota di seluruh Indonesia, umat Kristen dari berbagai denominasi bersatu dalam doa, pujian, dan komitmen untuk membawa harapan baru bagi bangsa. PGLII Kota Bandung bekerja sama lintas sinode yaitu dengan PGI, PGPI, GGBI, Bala Keselamatan, GMHK, hingga KWI, menunjukkan bahwa kesatuan gereja adalah kekuatan yang nyata dan relevan bagi masa depan Indonesia, Kamis (5/7/2025).

“Api doa telah menyala! Kita tidak hanya berdoa, kita juga harus bertindak. Menjadi garam dan terang, menjadi agen perubahan di tengah bangsa ini,” tegas Pdt. Abednego Mulianto Halim, M.Th., Ketua PGLII Kota Bandung, dalam sambutan pembuka yang membangkitkan semangat hadirin.
Setelah pujian penyembahan dipimpin oleh Worship Leader, suasana ibadah dipenuhi semangat dan kesyahduan. Pdt. Ricardo RJP, Sekretaris PGLII Jawa Barat, menyampaikan firman Tuhan dari 2 Tawarikh 7:14, menyerukan pertobatan, pemulihan, dan kekuatan ilahi bagi bangsa. Ibadah ditutup dengan doa berkat yang menggugah hati dan harapan.

Selain di Bandung, kegiatan serupa berlangsung di berbagai titik di Jawa Barat, seperti di GEKARI Berea (Kabupaten Bandung), dipimpin oleh Pdt. Edi Lastra dan didampingi oleh Pdt. Beni Lumondo, S.Th., Ketua Wilayah PGLII Jawa Barat.
Tujuan dari gerakan doa ini sangat jelas: Membangun dan mengokohkan kebersamaan sebagai satu tubuh Kristus.
Bersyafaat atas situasi regional, nasional, dan global.
Menyulut kembali semangat untuk menuntaskan Amanat Agung melalui penginjilan yang tekun dan penuh kasih.
Kehadiran ribuan umat dan keterlibatan ratusan gereja di seluruh Indonesia menjadi bukti nyata bahwa gereja tetap relevan, aktif, dan peka terhadap kebutuhan bangsa.
Gerakan ini tidak berhenti di altar gereja. PGLII Kota Bandung dan jaringannya berharap momentum ini menjadi titik tolak bagi revival rohani, rekonsiliasi sosial, dan kemajuan moral bangsa. Doa, iman, dan aksi berjalan beriringan.





Tinggalkan Balasan