JAKARTA – Indonesiasatu928, Di tengah berbagai tantangan global seperti perang, krisis ekonomi, dan bencana alam yang turut berdampak pada Indonesia, persatuan (unity) dan doa dinilai menjadi kebutuhan penting bagi bangsa. Kondisi ekonomi yang sulit, terbatasnya lapangan kerja, meningkatnya pengangguran, hingga naiknya harga kebutuhan pokok membuat banyak masyarakat menghadapi tekanan hidup yang tidak ringan.

Berangkat dari keprihatinan sekaligus harapan tersebut, berbagai lembaga aras gereja dan organisasi Kristen nasional kembali menggelar Nusantara Konferensi Doa dalam rangka Hari Doa Nasional (HDN) 2026, yang akan berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Balikpapan dan Kawasan Ibukota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Konferensi doa nasional tahun ini mengusung tema: “API DOA dan PENGINJILAN Terus Menyala dari IKN Kaltim ke Bangsa-Bangsa.” Tema tersebut diharapkan menjadi semangat bersama untuk memperkuat kehidupan rohani sekaligus mendoakan Indonesia agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kegiatan ini diprakarsai dan didukung oleh berbagai lembaga aras gereja, di antaranya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Baptis Indonesia, Gereja Bala Keselamatan, Gereja Ortodoks, bersama Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), lembaga-lembaga injili, organisasi Kristen, serta para tokoh agama Kristen dan Katolik dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum PGLII, menjelaskan bahwa Hari Doa Nasional merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan sebagai wadah persatuan umat untuk mendoakan bangsa dan negara.
“Tahun ini pelaksanaan Hari Doa Nasional akan digelar di IKN dan Balikpapan pada 2 hingga 5 Juli 2026. Selain doa bersama, kegiatan juga akan diisi seminar, pelayanan sosial, dan aksi kemanusiaan lainnya,” ujar Tommy.
Sebagai host atau tuan rumah, pelaksanaan HDN 2026 dipercayakan kepada PGLII, sedangkan pelaksanaan teknis penyelenggaraan dilakukan oleh panitia lokal melalui Sinode Bethany Nusantara.
Ketua Nasional Hari Doa Nasional 2026, yang juga Ketua Umum Sinode Bethany Nusantara menyampaikan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi. Menurutnya, sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri telah mengonfirmasi kehadiran.
“Hingga saat ini sudah ada konfirmasi peserta dari Papua sekitar 100 orang, Korea Selatan 35 orang, serta para pimpinan gereja, hamba Tuhan, dan pendoa dari 38 provinsi. Selain itu juga akan hadir peserta dari Brunei Darussalam, Malaysia, Amerika Serikat, dan New Zealand,” jelas Samuel.
Samuel menambahkan, panitia menargetkan sekitar 3.000 peserta, termasuk sekitar 1.000 peserta dari luar Kalimantan Timur.
Dalam struktur kepanitiaan nasional, penyelenggaraan HDN 2026 diketuai oleh Ibu Fanny Jossy Kusumo, SH, yang dipercaya sebagai Ketua Umum Penyelenggara.
Panitia berharap kegiatan ini menjadi momentum kebangunan rohani nasional, sekaligus memperkuat persatuan bangsa melalui doa bersama.
“Kami mengajak seluruh umat Tuhan untuk hadir dan bersama-sama berdoa bagi Indonesia. Mari memohon agar bangsa ini semakin baik ke depan, para pemimpin diberi hikmat, dan Indonesia tetap bersatu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Samuel.
Rencananya, kegiatan Hari Doa Nasional 2026 di IKN.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti konferensi doa nasional tersebut, panitia membuka pendaftaran dan konfirmasi kehadiran melalui nomor WhatsApp 085825582548 atau melalui laman resmi:
Melalui Hari Doa Nasional 2026, para penyelenggara berharap semangat persatuan, kepedulian terhadap bangsa, serta kehidupan doa umat terus bertumbuh, sehingga Indonesia tetap kokoh, damai, dan penuh harapan di tengah berbagai tantangan zaman.
Hari Doa Nasional 2026 diharapkan bukan sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual kebangsaan untuk memperkuat persatuan, merawat toleransi, dan membangun harapan bersama bagi masa depan Indonesia. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan kemanusiaan, doa diyakini menjadi kekuatan moral dan spiritual untuk menjaga bangsa tetap berdiri kokoh.
Dari Ibu Kota Nusantara (IKN), semangat doa diharapkan menyala ke seluruh penjuru negeri, meneguhkan bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kekuatan pembangunan fisik, tetapi juga oleh nilai-nilai iman, persaudaraan, gotong royong, dan pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana semangat Pancasila.
Melalui kebersamaan lintas gereja dan dukungan seluruh elemen bangsa, Hari Doa Nasional 2026 diharapkan menjadi titik penguatan visi Indonesia masa depan: bangsa yang bersatu, damai, berkeadilan, sejahtera, serta dipimpin oleh para pemimpin yang berhikmat, takut akan Tuhan, dan mengutamakan kepentingan rakyat serta keutuhan bangsa.
(Suwidodo)



Tinggalkan Balasan