, , ,

Dr. Herry Saragih Ajak Bangun Legacy untuk Generasi Mendatang, CENKRISINDO Siapkan Pilot Project 17 Hektare di Papua

BOGOR – Semangat membangun Indonesia dari wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) kembali digaungkan dalam Musyawarah Besar (MUBES) I Central Kristen Indonesia (CENKRISINDO) yang digelar di Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam forum tersebut, Karel Albert Ralahalu kembali dipercaya memimpin CENKRISINDO sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.

Pendiri sekaligus penggagas CENKRISINDO, Pdt. Dr. Herry Saragih, menegaskan bahwa organisasi yang didirikannya lahir dari keprihatinan terhadap masih lebarnya kesenjangan kesejahteraan di Indonesia Timur. Menurutnya, daerah yang kaya akan sumber daya alam itu masih membutuhkan perhatian besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Indonesia Timur dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Namun masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dengan keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi. Kondisi inilah yang menggerakkan lahirnya CENKRISINDO,” ujar Herry.

Dengan mengusung visi “Mensejahterakan Umat Allah Demi Kepentingan Bangsa“, CENKRISINDO membangun jejaring seluas-luasnya dengan pemerintah pusat dan daerah, kalangan akademisi, sinode dan aras gereja, profesional, pengusaha, TNI, Polri, hingga berbagai lembaga nasional maupun internasional.

Menurut Herry, kolaborasi merupakan kunci untuk menghadirkan perubahan nyata, khususnya bagi masyarakat di wilayah 3T.

Tiga Pilar Perubahan

CENKRISINDO memfokuskan pengabdiannya pada tiga bidang strategis, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

Meski baru memasuki tahun kelima, organisasi ini telah merealisasikan sejumlah program, salah satunya mendirikan delapan perpustakaan desa (nagori) di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Perpustakaan tersebut diperkuat dengan hibah dua kontainer buku pelajaran SD, SMP, SMA, serta berbagai buku referensi dari salah satu lembaga pendidikan di Jakarta.

“Puji Tuhan, semua ini menjadi modal penting untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” katanya.

Hibah Tanah 17 Hektare untuk Masa Depan Papua

Momentum penting lainnya adalah diterimanya hibah hak ulayat tanah melalui Yayasan Central Harapan Bangsa (YCHB) sebagai badan hukum CENKRISINDO.

Awalnya Kepala Suku Ondoafi Benyamin Nassa menghibahkan lahan seluas 10 hektare di Distrik Kemtuk, Desa Soaib, Kabupaten Jayapura, Papua. Setelah melihat keseriusan program yang dirancang, luas hibah tersebut bertambah menjadi 17 hektare.

Saat ini proses administrasi dan rekomendasi pemerintah daerah masih berlangsung agar seluruh aspek legalitas dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Herry, lahan tersebut akan dijadikan pilot project pembangunan terpadu yang mencakup Sekolah Rakyat, kawasan pertanian menuju swasembada pangan, perumahan beserta fasilitas umum, hingga rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan pusat pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua,” ujarnya.

Melangkah dengan Iman dan Kolaborasi

Menjawab pertanyaan mengenai pembiayaan proyek besar tersebut, Herry mengaku optimistis.

Menurutnya, setiap karya besar selalu dimulai dengan keberanian melangkah dan membangun kolaborasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa CENKRISINDO telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pendidikan terkait dukungan terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan tersebut.

“Kami percaya ketika tujuan kita adalah melayani masyarakat, Tuhan akan menggerakkan banyak pihak untuk ikut mengambil bagian.”

Membangun Legacy Bangsa

Herry mengajak seluruh anak bangsa, khususnya umat Kristiani, untuk tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

Menurutnya, legacy bukan diukur dari besarnya organisasi ataupun jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Legacy terbaik bukanlah apa yang kita miliki hari ini, tetapi apa yang tetap memberi manfaat bagi anak cucu kita kelak. Jika melalui CENKRISINDO lahir sekolah, rumah sakit, pusat pertanian, dan ekonomi kreatif yang mengangkat kesejahteraan masyarakat, itulah warisan yang sesungguhnya,” tegas Herry.

Ia berharap CENKRISINDO kelak dikenal sebagai organisasi yang memberi kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata Indonesia Timur.

Potensi wisata bahari yang dimiliki kawasan timur Indonesia, menurutnya, harus dikelola secara maksimal. Karena itu CENKRISINDO juga membuka komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor transportasi laut, guna meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menutup penyampaiannya, Herry kembali mengajak pemerintah, dunia usaha, gereja, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan membangun Indonesia dari pinggiran.

“Di depan kita telah tersedia lahan seluas 17 hektare yang siap menjadi tempat lahirnya karya-karya besar. Mari kita tinggalkan ego, satukan langkah, dan bersama membangun legacy bagi generasi mendatang melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan ketahanan pangan. Ketika Indonesia Timur bangkit, Indonesia akan semakin kuat,” pungkasnya.

Di atas lahan 17 hektare itu, CENKRISINDO tidak hanya melihat sebidang tanah, tetapi melihat harapan, masa depan, dan kesempatan bagi ribuan anak bangsa untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik. Sebuah legacy yang diharapkan akan terus hidup lintas generasi.

MUBES I CENKRISINDO menjadi titik awal komitmen baru untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Dengan mengusung semangat membangun legacy bagi generasi mendatang, CENKRISINDO berharap dapat menjadi mitra strategis dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 3815