, ,

Ev. Daud Tonny: Masyarakat Diminta Tenang Hadapi Demo dan Tekanan Ekonomi

JAKARTA — Ev. Daud Tonny mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam menyikapi demonstrasi maupun kondisi ekonomi Indonesia. Dalam khotbahnya, ia membandingkan situasi sosial-politik 2026 dengan kerusuhan 1998 yang menurutnya memiliki karakter berbeda.

Daud Tonny mengatakan, demonstrasi pada masa sekarang memiliki mekanisme pengamanan dan pelaporan yang berbeda. Ia menyinggung kewajiban pemberitahuan kepada kepolisian mengenai lokasi, waktu, jumlah peserta hingga pihak yang menyelenggarakan aksi.

“Kalau sekarang ada izinnya, polisi sudah mengantisipasi. Beda dengan 1998,” ujar Ev. Daud Tonny.

Karena itu, ia meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa diliputi ketakutan.

“Jadi saudara semua, tenang, nggak usah khawatir. Yang mau minum kopi, minumlah kopinya,” katanya.

Jangan Terburu-buru Tinggalkan Pekerjaan

Dalam bidang ekonomi, Daud Tonny menyampaikan pesan agar masyarakat mempertahankan usaha maupun pekerjaan yang sudah dimiliki.

Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, mencari pekerjaan baru dapat menjadi lebih sulit.

“Apapun yang terjadi, pertahankan,” ujarnya.

Ia juga menyarankan masyarakat berhati-hati dalam mengambil utang perbankan karena menurutnya tekanan ekonomi masih akan berlangsung dalam beberapa tahun mendatang.

Daud Tonny memproyeksikan kondisi ekonomi Indonesia akan mengalami sejumlah tantangan hingga sekitar 2030–2031 dan mulai pulih pada 2032.

Krisis Air dan Pembangunan Data Center

Selain persoalan ekonomi, Daud Tonny kembali menyoroti ancaman krisis air. Ia menyebut periode 2030 ke atas sebagai masa yang menurutnya perlu diwaspadai hingga mencapai persoalan yang lebih besar pada 2050.

Salah satu faktor yang disorotnya adalah pembangunan data center di berbagai negara.

Menurut Daud Tonny, pusat data membutuhkan sistem pendinginan yang dapat menggunakan sumber daya air dalam jumlah besar. Ia kemudian menghubungkan perkembangan tersebut dengan perubahan iklim.

“Nanti yang membuat krisis air di seluruh dunia itu data center,” katanya.

Namun, klaim bahwa data center akan menjadi penyebab utama krisis air global merupakan pandangan narasumber dan perlu dibandingkan dengan kajian ilmiah mengenai konsumsi air pusat data, perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, pertanian, industri serta pengelolaan sumber daya air.

Komputer Kuantum dan Infrastruktur Energi

Daud Tonny juga kembali menyampaikan prediksinya mengenai tahun 2032, yang menurutnya akan menjadi masa penting bagi perkembangan komputer kuantum dan AI.

Ia menggambarkan perkembangan teknologi tersebut kemudian akan berlanjut pada kemampuan sistem AI untuk masuk dan mengendalikan jaringan infrastruktur.

Menurutnya, mulai 2035 terdapat kemungkinan teknologi tersebut digunakan untuk menyerang sistem pembangkit listrik, termasuk infrastruktur yang berkaitan dengan energi nuklir.

“Dia nanti akan masuk ke jaringan untuk mengendalikan pembangkit listrik. Itu dimulai tahun 2035,” ujar Daud Tonny.

Ia kemudian membedakan pembangkit listrik yang menurutnya berkaitan dengan uranium atau energi nuklir dengan pembangkit berbahan bakar batu bara.

Pesan Utama: Bersiap, Bukan Panik

Di tengah berbagai prediksi tersebut, pesan Ev. Daud Tonny kepada jemaat adalah agar masyarakat tidak panik menghadapi masa depan.

Ia mendorong masyarakat mempertahankan pekerjaan dan usaha yang sudah ada, berhati-hati dalam mengambil utang, serta memahami perkembangan teknologi dan ekonomi yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.

Catatan redaksi: Prediksi mengenai krisis air, data center, komputer kuantum, serangan AI terhadap pembangkit listrik, serta proyeksi ekonomi 2030–2035 merupakan kesaksian dan pandangan pribadi Ev. Daud Tonny, bukan kepastian ilmiah. Klaim mengenai dampak data center terhadap krisis air dan keamanan infrastruktur energi perlu diverifikasi berdasarkan data serta kajian dari lembaga yang berwenang.

Pesan utama Ev. Daud Tonny dalam tayangan tersebut adalah agar jemaat tidak pasif menghadapi perubahan zaman, melainkan mulai mempersiapkan kondisi ekonomi keluarga dan aset secara bijaksana.

Sumber: Kanal YouTube Terang Kemuliaan

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994