TANGERANG SELATAN — Di tengah derasnya arus kendaraan di jalan tol, seorang ibu mendadak harus menghentikan perjalanannya. Ban mobil yang dikendarainya bocor. Dalam kondisi seperti itu, rasa panik tentu tak terhindarkan.
Namun, bantuan datang bukan sekadar lewat.
Dua personel Induk PJR BSD Korlantas Polri, Ipda Wahyu Prima dan Aiptu Ongko, langsung turun tangan membantu pengendara bernama Rita (38) yang mengalami ban bocor di ruas Tol KM 02 Ciputat–Pondok Ranji, Tangerang Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Melihat kendaraan Rita mengalami kendala, kedua personel segera memberikan pertolongan dan membantu proses penggantian ban.
Bagi sebagian orang, mengganti ban mungkin terlihat sebagai pekerjaan sederhana. Tetapi bagi pengendara yang tengah mengalami masalah di jalan tol, terlebih seorang ibu yang sendirian menghadapi kendaraan bermasalah, kehadiran petugas bisa menjadi pertolongan yang sangat berarti.
Di sinilah makna “Polantas Karib” terasa nyata.
Polisi tidak selalu hadir dalam situasi penindakan. Tidak selalu pula masyarakat membutuhkan polisi untuk memberikan teguran atau menilang pelanggaran. Ada kalanya masyarakat hanya membutuhkan seseorang yang datang, membantu, dan berkata bahwa persoalan di jalan bisa diselesaikan.
Ipda Wahyu Prima dan Aiptu Ongko memilih turun tangan.
Mereka membantu mengganti ban mobil Rita hingga kendaraan tersebut kembali siap digunakan. Di saat yang sama, keberadaan personel PJR turut memberikan rasa aman di tengah arus lalu lintas yang terus bergerak.
Sikap kepedulian semacam ini menjadi wajah lain pelayanan kepolisian. Sebuah tindakan sederhana, tetapi memiliki pesan yang kuat: polisi bukan hanya penegak aturan, tetapi juga pelayan masyarakat.
Publik tentu berharap sikap seperti ini bukan menjadi kejadian yang hanya muncul sesekali. Pelayanan yang cepat, tulus, dan menyentuh kebutuhan masyarakat justru menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan terhadap institusi kepolisian.
Sebab, terkadang kepercayaan masyarakat tidak lahir dari pidato panjang.
Kepercayaan lahir ketika seorang petugas melihat masyarakat kesusahan, kemudian berhenti, turun dari kendaraan dinasnya, dan membantu tanpa banyak bicara.
Di Tol KM 02 Ciputat–Pondok Ranji, pesan itu terlihat sederhana namun kuat:
Polantas Karib bukan hanya hadir untuk mengatur lalu lintas. Polantas Karib hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Pada akhirnya, pelayanan kepada masyarakat bukan hanya soal kehadiran di tengah jalan, tetapi tentang keberanian untuk peduli dan bergerak ketika warga membutuhkan pertolongan. Di balik seragam dan kewenangan, ada sisi kemanusiaan yang membuat polisi semakin dekat dengan rakyat.
Polantas Karib—bukan sekadar menjaga jalan tetap tertib, tetapi hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman, terbantu, dan tidak berjalan sendirian.
Suwidodo/Red.




Tinggalkan Balasan