, ,

API PEWARNA Indonesia

API PEWARNA Indonesia Menyala di Hari Pahlawan, Doa dan Budaya Menyusuri 7 Kota

JAKARTA, INDONESIASATU928.COM — Semangat persatuan kembali dikobarkan dari Jakarta. Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) akan menggelar Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, ini tidak sekadar menjadi agenda penghargaan. PEWARNA Indonesia mengemasnya sebagai momentum doa, budaya, penghormatan terhadap tokoh bangsa, serta penguatan persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

Mengusung semangat perjalanan “Menyusuri Tujuh Kota, Menyemai Harapan Seluruh Negeri”, API akan menjadi titik awal perjalanan PEWARNA Indonesia menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa hingga Bali.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Dr. Antonius Natan, S.H., M.Th., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut ingin menghadirkan pesan persatuan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni doa dan budaya.

«“Kami tidak datang membawa tuntutan. Kami datang membawa doa. Kami tidak datang memisahkan. Kami datang menampilkan keindahan yang sudah ada, namun sering kali terlupakan.”»

Dari Jakarta, API Bergerak ke 7 Kota

Setelah agenda puncak di Jakarta, rombongan PEWARNA Indonesia dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah.

Rangkaian perjalanan tersebut dimulai dari Banten pada 11 November, kemudian Bandung 12 November, Semarang 13 November, Yogyakarta 14 November, Surabaya 15 November, dan Bali 16 November 2026.

Selanjutnya, pada 17 November, PEWARNA Indonesia akan melaksanakan Rakernas di Bali, sebelum rombongan kembali ke Jakarta pada 18 November 2026.

Setiap kota tidak hanya menjadi tempat persinggahan. PEWARNA Indonesia menyiapkan agenda Doa Lintas Agama dan Pagelaran Budaya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, seniman, pemuda, serta masyarakat umum diharapkan dapat mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan tersebut.

Konsep ini sekaligus menjadi pesan bahwa keberagaman Indonesia bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Doa dan Budaya sebagai Perekat Bangsa

PEWARNA Indonesia melihat doa dan budaya sebagai dua kekuatan sosial yang dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Doa menjadi ruang untuk membangun pengharapan, sedangkan budaya menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan bangsa sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Dari Banten hingga Bali, setiap daerah akan memiliki karakter dan kekayaan budaya masing-masing. Perbedaan tersebut justru hendak ditampilkan sebagai bagian dari wajah Indonesia yang majemuk.

“Indonesia bukan satu wajah. Indonesia adalah ribuan pulau, ratusan suku dan beragam keyakinan yang hidup berdampingan,” demikian semangat yang dibawa dalam perjalanan API PEWARNA Indonesia.

Menurut panitia, kekuatan Indonesia bukan terletak pada keseragaman, tetapi pada kemampuan masyarakat untuk berdiri berdampingan, saling menghormati dan melangkah bersama.

Pengurus Daerah Diminta Bergerak

Untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan maksimal, seluruh jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah PEWARNA Indonesia didorong segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah masing-masing.

Audiensi dengan pemerintah provinsi maupun pemangku kepentingan daerah menjadi salah satu langkah awal untuk membangun komunikasi dan kesepahaman mengenai pelaksanaan kegiatan.

Panitia juga mendorong agar setiap daerah mempersiapkan pagelaran budaya dan doa lintas agama secara maksimal dengan melibatkan masyarakat setempat.

Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk menampilkan potensi daerah sekaligus memperkuat persaudaraan.

Hari Pahlawan, Momentum Menyalakan Harapan

Pemilihan 10 November 2026 sebagai momentum peluncuran rangkaian API memiliki makna tersendiri.

Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga Indonesia tidak berhenti pada perjuangan fisik para pahlawan masa lalu. Tantangan generasi sekarang adalah menjaga persatuan, merawat toleransi dan membangun kehidupan bersama di tengah perbedaan.

API PEWARNA Indonesia ingin menerjemahkan semangat tersebut melalui gerakan yang lebih humanis: doa, budaya dan persaudaraan.

Perjalanan dari Jakarta menuju Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Bali diharapkan menjadi simbol bahwa semangat persatuan tidak boleh berhenti di ibu kota.

Api itu harus terus menyala di daerah dan tumbuh menjadi harapan di tengah masyarakat.

“Pahlawan masa kini adalah mereka yang berani menjaga persatuan, yang berani berdoa bersama, dan yang berani menampilkan keindahan di tengah perbedaan,” menjadi pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut.

PEWARNA Indonesia berharap seluruh rangkaian API dapat menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa.

Satu perjalanan, tujuh kota, ribuan doa, satu bangsa.

Indonesiasatu928.com — Independen, Berimbang, dan Berbasis Fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 6681
  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994