Indonesiasatu928.com, News – Tanjung Lesung, Pandeglang – Sejumlah jurnalis dan pegiat media lokal mengunjungi kawasan wisata Tanjung Lesung, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, pada Kamis, 17 Juli 2025, sekitar pukul 12.00 WIB. Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi wisata alam sekaligus mendengar langsung cerita warga pesisir yang menggantungkan hidup dari geliat pariwisata.
Tanjung Lesung dikenal dengan keindahan pantainya yang bersih, hutan pesisir yang masih alami, serta pemandangan Gunung Krakatau dari kejauhan. Keberadaan kawasan ini juga menarik karena statusnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi warga, termasuk akses, infrastruktur, dan harga tiket masuk yang dinilai memberatkan sebagian wisatawan.

“Harga masuk per orang bisa Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Kalau bawa keluarga, terasa juga. Tapi pemandangannya memang bagus,” kata salah satu pengunjung yang ditemui tim media.

Di tengah dinamika tersebut, ada warga seperti SN (52), pedagang warung kecil, yang tetap bertahan dan justru mendapat berkah dari kunjungan wisatawan. Pada hari-hari ramai, terutama Sabtu, Minggu, hari libur nasional, serta jelang dan sesudah Ramadan, warungnya ramai pembeli. Tiket masuk motor sekitar Rp 5.000 juga turut mengalirkan rezeki bagi pelaku ekonomi kecil seperti dirinya.

“Kalau ramai, dagangan saya laku. Kadang juga bantu parkir atau jual minuman. Saya tidak punya lahan, jadi ini yang saya andalkan,” ujarnya kepada wartawan.
Selain kisah ekonomi warga, tim media juga menyusuri area hutan pesisir yang masih menyimpan jejak tsunami 2018. Air laut setinggi lima depa (sekitar sembilan meter) kala itu menerjang hingga ke daratan sejauh 500 meter. Hingga kini, perahu-perahu kayu yang terseret gelombang masih terlihat terdampar di balik semak belukar.
Desa Tanjungjaya sendiri dihuni sekitar 85 kepala keluarga, dengan jumlah pemilih sekitar 237 orang. Meski kecil, desa ini punya kekuatan sosial dan budaya yang kuat, serta sumber daya laut melimpah. Harga ikan seperti tongkol, kembung, dan baronang tergolong murah, antara Rp 18.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.
Kunjungan media ini diharapkan dapat membuka ruang perhatian lebih luas terhadap kawasan wisata Tanjung Lesung, baik dari sisi promosi, pembangunan berkelanjutan, maupun pelibatan aktif warga lokal.

“Kami ingin wisata berkembang, tapi jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton. Kami siap terlibat dan berkembang bersama,” tutup SN penuh harap.
- Ka laut angkat naek parahu,
- Ngala lauk di waktu isuk.
- Tanjung Lesung tempat nu éndah,
- Cocog pisan keur ulin jeung ngapoto suk-suk.
Naik perahu ke tengah lautan,
Mancing ikan di kala senja.
Tanjung Lesung tempat liburan,
Indah alamnya, adem di jiwa.





Tinggalkan Balasan