
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming memberikan apresiasi atas penanganan terpadu dalam merespon kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Hal ini disampaikan saat meninjau kondisi karhutla di sekitar Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (28/7).
“Saya apresiasi Kepala BNPB, Gubernur, Wali Kota, Forkopimda, seluruh kementerian/lembaga yang terlibat. Hari ini modifikasi cuacanya berhasil dan kondisinya terpantau aman terkendali,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Siaran Pers BNPB.
Gibran mengatakan bahwa tindakan preventif tetap harus dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla yang diiringi dengan penegakan hukum yang berlaku. “Penanganan secara terpadu harus tetap dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla atau perluasan titik api, monitoring dan deteksi awal sangat penting ditambah dengan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Mantan Walikota Solo ini juga menyatakan perlu melakukan penguatan regulasi serta pengawasan dalam pembukaan lahan, agar tetap berada dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. “Tadi juga dipaparkan terdapat 51 tersangka pembakaran lahan. Pemerintah daerah perlu melakukan penegakan regulasi untuk menghindari pembukan lahan yang tidak sesuai dengan peraturan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan memaparkan serangkaian dukungan penanganan terpadu yang dilakukan oleh BNPB dalam penanganan karhutla Riau.
Menurut Budi, pihaknya telah melakukan OMC (Operasi modifikasi cuaca) di Provinsi Riau sejak 2 Mei hingga 27 Juli 2025 dengan 48 sortie dan total terbang 64 jam 8 menit. Sebanyak 43.600 kilogram bahan semai telah dikeluarkan untuk pembasahan lahan dan pemadaman karhutla.
“Alhamdullilah 90 persen berhasil, saat ini sudah tidak ada titik hotspot di Riau,” jelasnya.
Selain OMC, BNPB mengerahkan total tiga helikopter patroli udara sejak 1 Mei 2025 dengan 69 sortie dan total terbang 212 jam 45 menit. Sedangkan untuk menjangkau lokasi yang tidak tercapai dengan pemadaman darat, BNPB mengerahkan lima unit helikopter water bombing dengan lebih dari 4,5 juta liter air yang ditumpahkan pada lokasi terdampak. Demikian Siaran Pers dari BNPB.
Penulis: Donny bsg
Editor: Pinancius Limbong





Tinggalkan Balasan