Banjir lahar dingin Lewotobi Laki-Laki tutup akses jalan Trans Flores

Banjir lahar dingin menutupi jalur Trans Flores.

Curah hujan yang tinggi di kawasan puncak dan lereng Gunungapi Lewotobi Laki-laki sejak Senin (28/7) lalu, telah memicu terjadinya banjir lahar dingin yang melanda wilayah Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur. Banjir yang membawa material vulkanik berupa pasir, kerikil, dan batuan ini mengalir ke pemukiman warga di desa Dulipali hingga menutupi jalan Trans Flores yang menghubungkan Flores Timur-Sikka sehingga mengakibatkan arus lalu lintas trans Flores terhambat.

Banjir lahar dingin juga mengalir melewati empat dusun di desa Nurabelen, yaitu Jalur Dusun A yang berada diluar pemukiman warga, Jalur Dusun B yang berada disekitar pemukinan warga, jalur TPI, dan jalur Waikula RT 9 Dusun B. Keempat jalur ini merupakan jalur normalisasi sungai.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari peristiwa ini. Hal ini karena warga Desa Dulipali, yang termasuk area Kawasan Rawan Bencana (KRB) Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, sudah mengungsi sejak erupsi terakhir Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang terjadi pada Senin (7/7) lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah menurunkan tim yang dilengkapi dengan alat berat ke lokasi terdampak banjir guna membersihkan material lahar dingin. Mereka dibantu oleh aparat TNI, Polri, Pemerintah Desa Nurabelen serta para relawan lokal demi mempercepat proses pembersihan.

Hingga kini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih tetap berada pada Level IV atau Awas. Erupsi terakhir tercatat pada hari Senin (7/7) dengan tinggi kolom mencapai 18.000 meter di atas puncak. Erupsi itu dilaporkan merupakan yang tertinggi sejak tahun 2023.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan sektoral barat daya-timur laut 7 km dari puncak kawah.

Warga juga diimbau agar tetap waspada dan menghindari area jalur-jalur sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki terutama pada saat hujan. Warga diharap melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras terjadi lebih dari satu jam.

Penulis: Donny bsg

Editor: Pinancius Limbong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *