Indonesia kerap dijuluki sebagai daerah lintasan dari “Ring of Fire” atau cincin api karena letaknya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif di sekitar Samudera Pasifik, sehingga bencana alam, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi yang demikian itu, maka dibutuhkan kesiapsiagaan setiap warga bangsa dalam mengantisipasi ataupun menghadapi terjadinya bencana alam sehingga korban, baik jiwa maupun harta benda dapat diminimalkan.
Dalam rangka mempersiapkan kaum muda agar siap menghadapi dan memberi pertolongan tanggap darurat apabila terjadi bencana alam, Tagana Indonesia Unsur Rajawali, yang merupakan produk dari Gereja Betel Indonesia (GBI), dan menjadi bagian dari Taruna Siaga Bencana Nasional, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dibawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos RI), mengadakan Pelatihan Dasar Tagana Muda di Training Center Tagana Sentul Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat (9-11/7/2025), diikuti oleh sekitar 100 orang peserta. Bersamaan dengan pelatihan, dilaksanakan juga Jambore yang diikuti sekitar 300 orang peserta yang berasal dari seluruh Indonesia.
Dalam pelatihan, para Tagana (Taruna Siaga Bencana) Muda ini, dibekali dengan materi tentang kebencanaan, sehingga ketika terjadi, para peserta sudah siap. Kesiagaan menjadi hal yang prioritas, sebab bencana datang bisa secara tiba-tiba dan tidak terprediksi. Bekerjasama dengan Kemensos dan FUB (Forum Umat Beragama se-Kabupaten Bekasi), para peserta Jambore dan Tagana senior melakukan kegiatan baksos (bakti sosial) di area Kantor Kecamatan Jaka Sampurna Bekasi, Jawa Barat. Menurut Kordinator Tagana Unsur Rajawali Melky Siletty, baksos yang diadakan berupa pengobatan gratis, pelayanan BPJS, cukur rambut gratis, pembagian kaca mata gratis bagi yang membutuhkan, coffe break, pembagian sembako, konsultasi hukum dan donor darah.
Penulis: Donny bsg
Editor: Pinancius Limbong





Tinggalkan Balasan