Indonesiasatu928.com – Jakarta -Kepedulian terhadap layanan dasar dan hak-hak warga kembali diperlihatkan oleh August Hamonangan, S.H., M.H., Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI sekaligus Penasehat Fraksi, Anggota Komisi C, Badan Anggaran, dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Kamis (26/6/2025).

Bertempat di RT 001 RW 006, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, August hadir langsung dalam kegiatan Forum Warga dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat. Dalam forum tersebut, berbagai persoalan mendasar disampaikan warga, mulai dari data bantuan sosial, akses pendidikan, air bersih, hingga infrastruktur lingkungan.
Warga mempertanyakan perubahan sistem data bantuan sosial, yang kini dikenal sebagai DTSN (Data Terpadu Satu Nasional). August menjelaskan bahwa DTSN merupakan sistem yang dikelola langsung oleh Kementerian Sosial RI, menggantikan DTKS sebelumnya.
Meski pendataan baru belum dibuka resmi, warga dengan KTP dan KK sesuai domisili dapat mendaftarkan diri melalui pendamping sosial.Mas Iqbal dari pihak kelurahan juga menyatakan siap membantu proses verifikasi dan pengajuan ke tingkat provinsi.Terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP), perwakilan Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa program masih aktif, namun kuota terbatas.
Data siswa diambil langsung dari sekolah melalui sistem. Jika belum mendapat bantuan pada semester ini, masih ada kesempatan di semester berikutnya. Krisis Air Bersih Saat Banjir, Pemerintah Siapkan Solusi Sementara
Warga menyampaikan keluhan mengenai sumur yang tidak bisa digunakan saat banjir. Hal ini menjadi masalah serius, terutama di wilayah bantaran sungai. Wilayah RT 001 RW 006 belum terjangkau jaringan PAM. Namun, pembangunan Water Treatment Plant (WTP) di kawasan Kemuning ditargetkan selesai tahun depan dan akan mendukung distribusi air bersih di Pejaten Timur.
Jika terjadi banjir, pemerintah akan mengirimkan tangki air bersih sebagai bantuan darurat melalui skema CSR.
Info Teknis, Rumah dengan luas bangunan 21–22 m² berhak atas penyambungan PAM gratis, dengan tarif bulanan menyesuaikan konsumsi (sekitar Rp10.000 per 10 m³). Penanganan Banjir dan Jalan Lingkungan yang Rusak
Wilayah ini dikenal rawan banjir dan memiliki sejumlah titik jalan setapak yang rusak. Warga mengaku telah mengusulkan perbaikan sejak lama melalui Musrenbang, namun belum terealisasi.
Perwakilan SDA, Sudin Bina Marga, dan kecamatan diminta mendata ulang titik-titik kerusakan. Warga juga dianjurkan mengirimkan foto dan surat resmi kepada RT/RW dan kelurahan agar segera diteruskan ke dinas teknis.
Pernyataan Penutup dari August Hamonangan “Saya hadir di sini bukan hanya untuk mendengar, tapi untuk memastikan setiap aspirasi warga ditindaklanjuti. Soal bantuan sosial, pendidikan, air bersih, maupun jalan lingkungan, saya siap kawal hingga ke tingkat provinsi. Bila perlu, saya bawa langsung ke Gubernur. Terima kasih atas partisipasi semua pihak. Mari kita jaga semangat bersama untuk wilayah yang lebih baik.”
Catatan untuk Warga, Pastikan dokumen kependudukan lengkap dan sesuai alamat domisili untuk verifikasi bantuan sosial. Silakan hubungi pendamping sosial atau Pak RT.
Jurnalis: Suwidodo





Tinggalkan Balasan