Indonesiasatu928.com- Terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menghimbau agar masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah turut serta dalam melakukan deteksi dini dan pengawasan. Hal ini, dapat dilakukan dengan melakukan patroli rutin terutama di daerah rawan kebakaran serta mengoptimalkan menara pengawas dan pos jaga.
Hal ini diungkapkan terkait dengan maraknya kembali karhutla di berbagai wilayah baru-baru ini. Menurut catatan BNPB, dalam waktu dua hari saja, yaitu Rabu (9/7) dan Kamis (10/7), kebakaran melanda empat daerah, tiga di antaranya di pulau Sumatera dan satu di pulau Jawa.
Di Sumatera, karhutla terjadi di Desa Batang Baruhar Julu, Kecamatan Padang Bolak, dan Desa Sipaho, Kecamatan Halongonan. Keduanya di Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara, dengan total lahan yang terbakar seluas 23 hektar. Api telah berhasil dipadamkan oleh Satgas Karhutla gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Padang Lawas, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP. Sebab-sebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Masih di wilayah Sumatera Utara, karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Simalungun, tepatnya di wilayah Nagari Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan. Api yang melalap area lahan seluas 10 hektar pada hari Kamis (10/7), masih dalam upaya pemadaman oleh pihak BPBD Kab Simalungun bersama tim gabungan dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran guna mengantisipasi meluasnya titik api. Belum diketahui apa penyebab terjadinya kebakaran.
Karhutla juga terjadi di di Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (9/7). BPBD setempat melaporkan luas lahan yang terbakar mencakup 10 hektar. Hingga Kamis (10/7), api masih menyala dan Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman.
Di pulau Jawa, karhutla terjadi di Jalan Raya Tomo, Dusun Cikalong, Desa Tomo, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (9/7) pukul 10.30 WIB. Titik api terpantau di area hutan milik Perhutani. Api telah berhasil dipadamkan, namun penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.
Ditulis oleh: Donny bsg
Editor: Pinancius Limbong





Tinggalkan Balasan