, ,

Rintihan Seorang Istri: Mencari Keadilan untuk Suami yang Diduga Disetrum dan Dianiaya Oknum Penyidik Polda Metro Jaya

JAKARTA — Sebuah video viral di TikTok memperlihatkan rintihan seorang istri yang berjuang mencari keadilan bagi suaminya, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum penyidik di Polda Metro Jaya. Dalam video penuh haru itu, sang istri mengungkapkan bagaimana suaminya disetrum dan dianiaya saat dalam proses penyidikan, hingga kini masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Dengan suara bergetar dan mata sembab, ia menceritakan bahwa kehidupan keluarganya sebelumnya berjalan normal. Suaminya setiap hari berangkat bekerja dan berpamitan seperti biasa. Namun, sejak awal April lalu, kehidupan mereka berubah setelah Capt. Oktoberiandi ditahan karena kasus yang belum dijelaskan secara terbuka kepada pihak keluarga.

“Saya lihat suami saya ketakutan, badannya luka-luka, biru-biru. Dia bilang disetrum dan dipukul. Saya syok dan takut. Kami hanya minta keadilan,” ucapnya lirih dalam video TikTok yang kini banyak dibagikan ulang oleh warganet.

Sang istri juga mengaku tidak pernah menerima surat resmi mengenai dasar penangkapan, laporan polisi, ataupun pemberitahuan dari pihak penyidik. Ia menilai banyak hal yang tidak sesuai prosedur selama proses hukum berlangsung, termasuk saat penggeledahan rumah yang dilakukan tanpa kehadiran saksi lingkungan.

“Kami datang baik-baik untuk mencari tahu. Tapi yang kami temui hanyalah kebingungan dan ketidakjelasan,” ujarnya pengcara.

Melalui video tersebut, ia menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi III DPR RI, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta Kapolda Metro Jaya agar tidak menutup mata terhadap dugaan penyiksaan yang dialami suaminya.

“Saya mohon, Pak Presiden, Bapak-bapak di DPR, Kapolri, Kapolda… jangan diam saja. Tolong lihat suami saya, bantu kami mendapatkan keadilan,” seru sang istri dalam video itu.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya terkait dugaan kekerasan tersebut. Pihak keluarga menyatakan telah menunjuk pengacara baru dan berencana melapor ke Divisi Propam Mabes Polri untuk menuntut pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran etik dan hukum oleh oknum penyidik.

Kasus ini memicu simpati luas di media sosial. Banyak warganet menyerukan agar aparat penegak hukum menegakkan keadilan secara transparan dan memastikan tidak ada lagi penyiksaan terhadap tahanan dalam proses penyidikan.

https://vt.tiktok.com/ZSU6U8Noq/

 

Reporter Suwidodo 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 3815
  • Pos tanpa judul 3815