Melangkah Tanpa Takut dalam Kedaulatan Allah

SAMBENG, Bojonegoro — Ibadah Sabtu malam di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Sambeng, Sabtu (10/1/2026) pukul 18.40 WIB, berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh peneguhan iman. Firman Tuhan disampaikan oleh Ev. Kristianingsih, mengangkat tema tentang keterbatasan manusia dan kedaulatan Allah dalam menghadapi masa depan, khususnya memasuki tahun 2026.

Berangkat dari Ulangan 31:1–8, jemaat diajak merenungkan kisah Musa yang dengan jujur mengakui keterbatasannya sebagai manusia. Pada usia 120 tahun, Musa menyadari bahwa ia tidak lagi mampu memimpin seperti sebelumnya dan bahwa Tuhan telah menetapkan Yosua sebagai penggantinya. Namun keterbatasan Musa tidak berarti berhentinya karya Allah atas bangsa Israel.

Dalam penyampaiannya, Ev. Kristianingsih menegaskan bahwa keterbatasan manusia tidak pernah membatalkan kedaulatan Tuhan. Justru di tengah kelemahan manusia, kuasa dan kesetiaan Allah semakin nyata. Musa berhenti, tetapi Tuhan tidak berhenti bekerja. Kepemimpinan berganti, namun rencana Allah tetap berjalan menuju penggenapan-Nya.

Penekanan utama disampaikan melalui Ulangan 31:8 (TB):

“Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”

Ayat ini menjadi penguatan bagi jemaat untuk tidak dikuasai rasa takut dalam menghadapi hari-hari yang belum pasti. Dalam kehidupan yang sering kali tampak baik-baik saja, tidak jarang muncul situasi yang mengejutkan—keterbatasan ekonomi, masalah keluarga, kesehatan, maupun masa depan anak-anak. Namun Firman Tuhan menegaskan bahwa Tuhan telah lebih dahulu berjalan di depan umat-Nya.

Sebagai penutup dan peneguhan iman, firman Tuhan dari Ibrani 13:8 kembali diingatkan kepada jemaat:

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”

Melalui ayat ini, jemaat diteguhkan bahwa di tengah perubahan zaman dan kondisi hidup, Yesus Kristus tidak pernah berubah. Kesetiaan-Nya di masa lalu menjadi jaminan bagi penyertaan-Nya di masa kini dan masa depan.

Ibadah Sabtu malam tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh jemaat untuk melangkah ke tahun 2026 dengan hati yang dikuatkan dan diteguhkan, hidup dalam iman, tanpa takut dan tanpa patah semangat, karena Tuhan setia menyertai umat-Nya sampai selama-lamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s