Oleh: Suwidodo
Sekretaris PEWARNA DKI Jakarta
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah gagasan besar. Ia lahir dari kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa. Tidak ada yang menolak pentingnya gizi bagi anak-anak Indonesia. Tidak ada yang menentang upaya pemerintah memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat melalui intervensi langsung.
Namun pertanyaan mendasarnya bukan sekadar: Apakah program ini baik?
Pertanyaannya adalah: Apakah program ini tepat sasaran?
Dalam diskusi di RPK FM 96,3 melalui program Good Morning Obsesi, saya menyampaikan bahwa program sebesar apa pun akan kehilangan makna jika distribusinya tidak adil dan pengawasannya lemah. Kita belajar dari banyak kebijakan publik: konsep bisa sempurna di atas kertas, tetapi realitas di lapangan sering kali berbeda.
Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal membagikan makanan. Ia menyangkut tata kelola, integritas, dan keberpihakan. Apakah yang menerima benar-benar anak-anak dari keluarga rentan? Apakah tidak terjadi diskriminasi? Apakah mekanisme pelaporan berjalan efektif ketika ada penyimpangan?
Di sinilah peran media menjadi penting. Media bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan kebijakan publik berjalan sebagaimana mestinya. Kontrol sosial adalah bagian dari demokrasi yang sehat.
Program ini harus kita dukung. Tetapi dukungan tidak berarti diam. Dukungan justru berarti ikut mengawal. Transparansi, jalur pelaporan resmi, dan keterbukaan data harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari implementasi MBG.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan pada seberapa sering program ini disebut, melainkan pada seberapa banyak anak yang benar-benar merasakan manfaatnya.
Jika yang menikmati adalah mereka yang paling membutuhkan, maka program ini menjadi investasi masa depan bangsa. Tetapi jika tidak, maka kita sedang kehilangan kesempatan besar yang mungkin tak datang dua kali.
Bangsa yang besar tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Bangsa yang besar memulai masa depannya dari piring makan anak-anaknya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu kebijakan strategis yang patut diapresiasi. Ia bukan sekadar program sosial, melainkan investasi sumber daya manusia. Dalam konteks Indonesia Emas 2045, kualitas generasi hari ini menentukan daya saing bangsa di masa depan.



Tinggalkan Balasan