BOJONEGORO, Kamis (16/4/2026) — Pelayanan ortopedi di RSUD Bojonegoro menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah pasien mengaku mengalami keterlambatan pelayanan yang dinilai “jam karet” dan tidak sebanding dengan waktu serta upaya yang telah mereka siapkan, terutama bagi pasien dari luar daerah.
Keluhan ini disampaikan oleh beberapa pasien yang enggan disebutkan identitasnya. Mereka menilai pelayanan yang diberikan belum mencerminkan prinsip service excellence sebagaimana diharapkan dari institusi pelayanan publik, terlebih rumah sakit milik pemerintah.
“Saya datang dari jauh, sudah mengatur waktu khusus, bahkan mengikuti prosedur pendaftaran online. Tapi tetap saja harus menunggu lama tanpa kejelasan,” ujar salah satu pasien.
Menurutnya, kehadiran sistem layanan digital dan pendaftaran online seharusnya mampu meningkatkan efisiensi dan kepastian pelayanan. Namun dalam praktiknya, hal tersebut belum dirasakan manfaatnya secara signifikan.
Pasien lainnya juga mengungkapkan bahwa keterlambatan jadwal dokter ortopedi menjadi persoalan utama. “Kalau sudah tahu jadwal, seharusnya bisa ditepati. Ini malah molor jauh dari waktu yang ditentukan,” katanya.
Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat, khususnya pasien yang berasal dari wilayah terpencil atau luar kota yang harus menempuh perjalanan panjang demi mendapatkan layanan kesehatan.
Pengamat pelayanan publik menilai bahwa persoalan seperti ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sistem yang dibangun secara digital dengan implementasi di lapangan. Digitalisasi tanpa disiplin waktu dan komitmen pelayanan justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa transformasi layanan kesehatan tidak cukup hanya pada aspek teknologi, tetapi juga harus diiringi dengan perubahan budaya kerja, disiplin waktu, serta komitmen nyata terhadap pelayanan prima. Tanpa itu, kehadiran sistem digital hanya menjadi formalitas yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan