, ,

Kotbah Ev. Daud Tony: Iman Diuji di Tengah Badai Ekonomi Global

JAKARTA – Kotbah dari Daud Tony yang diunggah melalui YouTube pada Sabtu (18/4/2026) pukul 08.15 WIB menjadi perbincangan, terutama karena memadukan kesaksian iman dengan peringatan kondisi ekonomi global.

Dalam pesannya, mantan praktisi ilmu santet yang kini menjadi penginjil tersebut mengajak jemaat untuk tetap teguh “berjalan di tengah badai”, sebuah metafora untuk menghadapi masa sulit yang disebutnya sedang dan akan terus terjadi.

Ia mengingatkan kembali pernyataannya pada tahun 2023 terkait prediksi kenaikan harga emas pada 2025 yang disebutnya “tembus Rp2 juta”, serta ajakan kepada jemaat saat itu untuk mulai berinvestasi, minimal membeli emas 1 gram. Pernyataan itu disampaikan sebagai ilustrasi pentingnya kesiapan menghadapi perubahan ekonomi.

Lebih lanjut, Daud Tony juga menyinggung prediksi resesi yang menurutnya mulai terasa sejak 2025 dan mencapai puncak pada 2026. Ia menyebut periode Maret hingga April 2026 sebagai fase awal tekanan ekonomi menuju puncak inflasi di akhir tahun.

Namun, dalam kotbahnya, pesan utama yang ditekankan bukan sekadar soal prediksi ekonomi, melainkan kesiapan iman. Ia mengajak jemaat untuk tidak hidup dalam ketakutan, melainkan tetap percaya kepada Tuhan di tengah ketidakpastian.

“Sampaikan kepada sebelahmu, kita berjalan di tengah badai, tapi tetap aman dalam Tuhan,” demikian salah satu pesan yang disampaikannya.

Daud Tony juga membagikan pengalaman spiritual masa lalunya, termasuk kisah perjumpaan rohani yang menurutnya menjadi dasar panggilan untuk menyampaikan pesan kepada bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa tugas utamanya adalah menyuarakan peringatan sekaligus pengharapan.

Kotbah tersebut ditutup dengan ajakan agar jemaat memperkuat iman, hidup bijaksana, serta mempersiapkan diri secara rohani dan praktis menghadapi dinamika zaman.

Sejumlah pendengar menilai pesan tersebut memberi dorongan spiritual di tengah situasi global yang tidak menentu, meski sebagian lainnya mengingatkan pentingnya menyikapi setiap prediksi dengan bijak dan tidak menimbulkan kepanikan.

(Suwidodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=jgckFn7dFGE&t=1s
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s