JAKARTA, 28 April 2026 – Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menegaskan posisinya sebagai kekuatan intelektual nasional dengan memperluas jejaring lintas agama dan mempercepat konsolidasi organisasi hingga ke daerah.
Dalam konferensi pers di Hotel Gran Meliá Jakarta, Ketua Umum PIKI Badikenita Putri Sitepu menekankan bahwa lima tahun terakhir menjadi fase penting penguatan peran strategis organisasi di ruang publik.
“PIKI tidak berjalan sendiri. Kami membangun kolaborasi nyata dengan komunitas intelektual lintas iman sebagai bagian dari kontribusi bagi bangsa,” tegasnya.

Tak hanya ekspansi jejaring, PIKI juga melakukan pembenahan internal secara sistematis, mulai dari restrukturisasi hingga revisi AD/ART yang telah dirintis sejak era Bakti Nendra Prawiro. Langkah ini memperkuat fondasi organisasi agar lebih adaptif dan terukur.
Konsolidasi nasional terlihat dari percepatan pembentukan struktur daerah. Sekretaris Jenderal Audy Wuisang mengungkapkan, jumlah DPD definitif kini mencapai 29 wilayah, dengan 87 DPC aktif sepanjang 2020–2026.
“Ini bukan sekadar angka. Ini menunjukkan penetrasi organisasi yang semakin luas dan terstruktur,” ujarnya.
PIKI juga menegaskan legitimasi kelembagaan dengan memastikan seluruh pengurus daerah terdaftar resmi di Kesbangpol, sekaligus memperkuat kehadiran organisasi di ruang-ruang pemerintahan daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Benyamin Patondok memastikan Kongres VII siap digelar pada 30 April hingga 2 Mei 2026, diawali dengan forum kajian strategis sebagai penegasan identitas PIKI sebagai rumah pemikir.
Mengusung tema “Menyongsong Masa Depan yang Kokoh”, PIKI ingin menegaskan arah barunya: tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai kekuatan moral-intelektual yang relevan dalam menjawab tantangan kebangsaan.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan kebinekaan, PIKI sedang menguji dirinya—apakah sekadar organisasi, atau benar-benar menjadi motor pemikiran yang mampu memengaruhi arah masa depan Indonesia.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan