JAKARTA, Indonesiasatu928– Aksi balap liar kembali meresahkan warga Ibu Kota. Kali ini, sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar dibubarkan aparat gabungan di kawasan Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (17/5/2026) dini hari.
Penindakan dilakukan tim patroli gabungan dari Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

Saat petugas tiba sekitar pukul 04.19 WIB, sejumlah pemuda terlihat berkumpul bersama beberapa sepeda motor di titik yang kerap disebut warga rawan dijadikan arena balap liar.
Tak ingin situasi berkembang dan membahayakan pengguna jalan lain, aparat langsung melakukan pemeriksaan terhadap kelompok tersebut. Sebanyak lima pemuda beserta kendaraan yang berada di lokasi kemudian diamankan untuk pendataan lebih lanjut oleh kepolisian wilayah setempat.
Keberadaan balap liar di kawasan Jakarta Timur memang kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan pada waktu dini hari, aktivitas tersebut juga dianggap membahayakan keselamatan pengendara lain dan warga sekitar.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan patroli dini hari akan terus diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di titik-titik yang rawan tawuran maupun balap liar.
“Balap liar ini bukan hanya mengganggu warga, tetapi juga membahayakan pengguna jalan dan pelakunya sendiri. Karena itu patroli rutin terus kami tingkatkan, terutama pada jam-jam rawan menjelang pagi,” ujar Henik.
Menurutnya, patroli gabungan menjadi bagian dari respons cepat kepolisian terhadap laporan warga, sekaligus langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan berkembang menjadi lebih besar.
Selain membubarkan kelompok yang diduga hendak balapan, petugas juga melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas lainnya di wilayah Jakarta Timur.
Warga berharap patroli serupa dilakukan secara konsisten. Pasalnya, aksi balap liar dinilai sering muncul kembali meski sudah beberapa kali ditindak aparat.
“Kalau bisa jangan cuma dibubarkan, tapi juga ada pembinaan. Soalnya sering balik lagi,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Fenomena balap liar sendiri dinilai bukan hanya persoalan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga berkaitan dengan pengawasan terhadap anak muda, minimnya ruang ekspresi positif, hingga lemahnya kesadaran keselamatan berkendara.
Meski aparat terus menggencarkan patroli dan pembubaran, balap liar tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah serius di Jakarta. Penindakan memang penting untuk menjaga keselamatan warga dan ketertiban jalan raya, namun upaya pencegahan yang menyentuh akar persoalan juga dinilai tak kalah mendesak. Tanpa pengawasan yang kuat dari keluarga, lingkungan, serta ruang positif bagi anak muda, bukan tidak mungkin jalanan Ibu Kota akan terus menjadi arena adu kecepatan yang mengancam nyawa. Jakarta membutuhkan solusi, bukan sekadar razia sesaat.
(Suwidodo)



Tinggalkan Balasan