,

Al Zaytun Peringati 1 Syuro 1448 H, Ribuan Tokoh Nasional dan Lintas Agama Serukan Persatuan Bangsa

INDRAMAYU, Indonesiasatu928.comMa’had Al Zaytun kembali menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Syuro di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 10 ribu peserta itu menjadi ajang silaturahmi kebangsaan sekaligus penguatan semangat persatuan dalam menghadapi tantangan global, Selasa (16/6/2026).

Mengusung tema “Memperkokoh Persatuan Demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global”, acara tersebut dihadiri akademisi, guru besar, tokoh masyarakat, unsur TNI, tokoh pendidikan, pemuka lintas agama, hingga tamu dari luar negeri.

Ketua Panitia, Eji Anugrah, S.S., M.AP., mengatakan peringatan 1 Syuro tahun ini terinspirasi dari pemikiran Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang yang menempatkan pendidikan sebagai kunci kemajuan dan kemandirian bangsa.

“Indonesia memiliki peluang besar menjadi bangsa maju jika mampu menjaga persatuan dan membangun pendidikan yang transformatif,” ujarnya.

Sejumlah tokoh yang hadir menilai Al Zaytun telah menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan dalam semangat kebangsaan dan toleransi.

Wartawan senior Majalah Tokoh Indonesia, Drs. Ch. Robin Simanullang, menyebut Al Zaytun sebagai laboratorium persatuan Indonesia karena mampu mempertemukan berbagai latar belakang masyarakat dalam suasana yang terbuka dan harmonis.

Senada dengan itu, Drs. Amich Alhumami, M.A., M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama dalam membangun bangsa yang unggul dan berdaya saing.

Dari aspek ketahanan nasional, Ketua II IKABNAS Lemhannas RI, Dr. Ir. Johan Pasaribu, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan pangan. Sementara Kolonel Inf. Dikdik Sadikin mengingatkan bahwa persatuan menjadi modal penting menghadapi perkembangan teknologi, dinamika ekonomi dunia, serta berbagai ancaman terhadap keutuhan bangsa.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Prof. Setyo Tri Wahyudi, optimistis Indonesia mampu menjadi negara maju dengan dukungan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.

Tokoh lintas agama yang hadir juga menyampaikan pesan kebangsaan. Pdt. Dr. Amir Aritonang mengajak masyarakat mewujudkan persatuan dalam tindakan nyata, sedangkan Pdt. Wim Wairata menekankan pentingnya memperkuat pendidikan dan semangat kebersamaan.

Ketua FKUB Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Fachrudin Zuhri, menilai praktik toleransi dan kebersamaan yang dikembangkan di Al Zaytun merupakan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Puncak acara ditandai dengan penyampaian Pidato 1 Syuro 1448 Hijriah oleh Ketua Yayasan Pesantren Indonesia, Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS, MBA, CRBC.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi instrumen utama untuk memperkuat persatuan dan membangun kemandirian bangsa.

Selain itu, Datuk Imam juga memperkenalkan gagasan pembangunan 500 pusat pendidikan nasional berasrama terpadu sebagai upaya mempercepat kemajuan Indonesia.

Momentum 1 Syuro 1448 Hijriah di Al Zaytun pun tidak hanya menjadi perayaan pergantian tahun Islam, tetapi juga menjadi ruang dialog kebangsaan, penguatan toleransi, serta peneguhan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, mandiri, dan siap menghadapi tantangan global.

Melalui peringatan 1 Syuro 1448 H, Al Zaytun kembali menegaskan pesan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru dalam kebersamaan, toleransi, dan pendidikan yang bermutu, Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan zaman dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

(Suwidodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 3815