, ,

Fajar Riza Ul Haq Soroti Pentingnya Kolaborasi Pendidikan dalam Nusantara Konferensi Doa HDN 2026

BALIKPAPAN, – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Sc. mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan Indonesia yang berkualitas, berkarakter, dan inklusif. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Nusantara Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional (HDN) 2026 di Bukit Doa Nusantara, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 3–4 Juli 2026.

Konferensi yang mengusung tema “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari IKN Kalimantan Timur ke Bangsa-Bangsa” itu dihadiri ribuan peserta yang terdiri atas pendeta, gembala sidang, penginjil, pendoa, guru, akademisi, serta pemimpin gereja dari berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah delegasi dari Korea Selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, dan Amerika Serikat juga turut berpartisipasi.

Dalam paparannya, Fajar menegaskan bahwa kemajuan pendidikan nasional tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Ia menilai pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Fajar juga mengulas buku yang ditulisnya, “Kristen Muhammadiyah“, sebagai gambaran pentingnya membangun dialog, saling memahami, dan bekerja sama di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Konferensi tidak hanya menghadirkan pembahasan mengenai pendidikan, tetapi juga mengangkat berbagai isu strategis lainnya, seperti keesaan gereja, keluarga Kristen, kesehatan, hukum, lingkungan hidup, teknologi, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penginjilan. Setiap sesi dipadukan dengan doa bersama sebagai wujud komitmen spiritual dalam mendukung kehidupan berbangsa dan bernegara.

Konvokator Forum Umat Kristen Republik Indonesia (FUKRI), Pdt. Robby Repi, mengatakan penyelenggaraan Nusantara Konferensi Doa menjadi bagian penting dari rangkaian Hari Doa Nasional 2026 yang bertujuan mempererat persatuan umat sekaligus menghadirkan kontribusi nyata gereja bagi bangsa.

“Melalui forum ini kami ingin membangun sinergi antara gereja, pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk merespons berbagai tantangan bangsa. Setiap pembahasan tidak berhenti pada diskusi, tetapi juga dibawa dalam doa agar menghasilkan dampak nyata bagi Indonesia,” ujarnya.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain pimpinan aras gereja, akademisi, praktisi hukum, tenaga kesehatan, serta perwakilan lembaga nasional. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama bagi dunia pendidikan, pembangunan Ibu Kota Nusantara, persatuan gereja, serta kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.

Sebagai penutup, Nusantara Konferensi Doa dalam rangka Hari Doa Nasional 2026 menjadi momentum yang mempertemukan doa, pemikiran, dan kolaborasi lintas gereja serta berbagai elemen bangsa. Semangat persatuan yang dibangun melalui forum ini diharapkan tidak berhenti pada rangkaian kegiatan, tetapi terus diwujudkan dalam langkah nyata untuk mendukung pembangunan Indonesia, memperkuat kualitas pendidikan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan kasih dan damai bagi masyarakat. Dari Bukit Doa Nusantara, doa dipanjatkan agar Tuhan senantiasa memberkati Indonesia, menuntun para pemimpin bangsa, dan menjadikan Ibu Kota Nusantara sebagai simbol harapan, persatuan, dan masa depan yang semakin baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Suwidodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994