, ,

PEWARNA Indonesia PD DKI Jakarta Perkuat Sinergi dengan DPRD DKI, Manuara Siahaan Siap Kawal Kemitraan Organisasi

JAKARTA – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) Pengurus Daerah (PD) DKI Jakarta yang dipimpin Ketua PD DKI Jakarta Johan Sopaheluwakan didampingi Sekretaris PD DKI Jakarta Suwidodo, menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Komisi A, Ir. Manuara Siahaan, di Rumah Aspirasi, Jalan Raya Ceger No. 27A, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).

Foto; Ketua PD PEWARNA Indonesia DKI Jakarta Johan Sopaheluwakan didampingi Sekretaris PD DKI Jakarta Suwidodo bersama Bendahara Christy saat melakukan pembacaan SK jabatan Dewan Pengawas Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Ir. Manuara Siahaan di Rumah Aspirasi, Cipayung, Jakarta Timur, dalam rangka silaturahmi, penyerapan aspirasi, serta penguatan sinergi antara PEWARNA Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pertemuan berlangsung dalam rangka kegiatan reses sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat.

Rombongan PEWARNA Indonesia turut didampingi Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono, Bendahara Umum Albert Muntu, Bendahara PD DKI Jakarta Christy, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Donny Gultom, Nicholas dari Bidang Publikasi dan Informasi, Yossi dari Bidang Hubungan Antar Lembaga, Pendeta Heru Wijaya selaku Dewan Penasehat, Johnny Siraid sebagai mediator, MT Chahyadi selaku penasihat hukum, Pendeta Rokan Tinangbunan, Bisman Butar-Butar, Leston Hasyibuan, Diana, Rio, Yawan, Rino, Samusir, Bang Puan, serta jajaran Pengurus Cabang (PC) Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Turut hadir pula Magdalena Picasso, Wakil Ketua PD PEWARNA Indonesia Kalimantan Timur, yang saat ini mendapat amanah mengembangkan organisasi di wilayah Penajam Paser Utara dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Audiensi diawali dengan perkenalan seluruh jajaran pengurus dan penyampaian perkembangan organisasi yang kini telah memasuki usia 13 tahun. Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Pusat juga secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Ir. Manuara Siahaan sebagai Dewan Pengawas PEWARNA Indonesia, sebagai bentuk kepercayaan untuk ikut mengawal perjalanan organisasi agar semakin profesional, transparan, dan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono mengatakan, selama lebih dari satu dekade organisasi terus bertahan dan berkembang dengan semangat pengabdian.

“Memasuki usia 13 tahun, kami ingin terus menjadi pewarta yang menghadirkan harapan, bukan sekadar menyampaikan berita. Kami ingin suara rakyat kecil tetap memiliki ruang untuk didengar,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, sebagian besar anggota PEWARNA Indonesia merupakan pengelola media kecil yang bertahan dengan segala keterbatasan.

“Di balik media-media kecil itu ada keluarga yang menggantungkan hidup, ada idealisme yang dipertahankan, dan ada keberanian untuk tetap menyampaikan kebenaran meski menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Ketua PD DKI Jakarta Johan Sopaheluwakan dan Sekretaris PD DKI Jakarta Suwidodo menyampaikan berbagai aspirasi organisasi. Salah satunya adalah harapan agar PEWARNA Indonesia dapat memperoleh pendampingan dalam mengakses program kemitraan dan hibah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mereka menjelaskan bahwa selama berdiri, PEWARNA Indonesia belum pernah mengajukan hibah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, organisasi tetap konsisten melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), pelatihan jurnalistik, pendidikan media, kegiatan sosial, serta penguatan kepengurusan di berbagai daerah dengan semangat gotong royong dan pelayanan.

Selain itu, PEWARNA Indonesia juga mengusulkan agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam program literasi media, sosialisasi kebijakan publik, pemberdayaan UMKM, pengelolaan lingkungan, peningkatan kompetensi wartawan, serta penguatan pendidikan jurnalistik bagi generasi muda.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ir. Manuara Siahaan menyampaikan apresiasinya atas konsistensi PEWARNA Indonesia yang terus berkarya di tengah berbagai keterbatasan.

Menurutnya, organisasi profesi memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kepada masyarakat.

“Kalau memang selama ini belum pernah mendapatkan kesempatan, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Lebih baik terlambat daripada tidak pernah sama sekali,” ujar Manuara.

Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan anggota Badan Anggaran, Manuara menyatakan siap membantu menjembatani komunikasi antara PEWARNA Indonesia dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa sebelum mengajukan program kepada pemerintah, organisasi harus melengkapi berbagai persyaratan administrasi, antara lain legalitas organisasi, struktur kepengurusan, domisili kantor, NPWP, rekening organisasi, serta program kerja yang tersusun secara sistematis.

Menurutnya, seluruh dokumen tersebut nantinya dapat dibahas bersama di Rumah Aspirasi untuk disiapkan surat pengantar kepada Gubernur DKI Jakarta, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), maupun dinas terkait.

Manuara juga mengingatkan bahwa pengajuan program untuk Tahun Anggaran 2027 telah ditutup sehingga PEWARNA Indonesia didorong mulai mempersiapkan seluruh dokumen sejak sekarang untuk pengajuan Tahun Anggaran 2028.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan saat ini telah berbasis sistem elektronik sehingga organisasi dituntut memiliki administrasi yang tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Dengan jumlah organisasi yang sangat banyak di DKI Jakarta, kelengkapan administrasi menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi program pemerintah.

Di akhir pertemuan, Manuara mengundang Ketua dan Sekretaris PEWARNA Indonesia PD DKI Jakarta untuk melakukan pertemuan lanjutan guna membahas langkah-langkah teknis penyusunan administrasi organisasi agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik.

Bagi PEWARNA Indonesia, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat. Organisasi berharap sinergi tersebut mampu menghadirkan jurnalisme yang profesional, memperluas ruang partisipasi publik, mengawal kebijakan pemerintah, serta memastikan suara masyarakat kecil tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan Jakarta dan Indonesia.

Donny G

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 3815